Pra-SPMB SMA Sederajat di Bangka Belitung Dimulai

  • 12 Mei 2026 15:23 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • Pra SPMB tahun ajaran 2026/2027 di Babel

‎RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dindak Babel) memulai pra Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Tahapan ini berlangsung sejak 5 Mei hingga 31 Mei 2026.

Pada tahap ini, calon peserta didik baru jenjang SMA dan SMK sudah dapat mengunggah berbagai dokumen persyaratan melalui aplikasi yang telah disediakan.

‎Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Babel, Saiful Bakhri, mengatakan, proses upload dokumen dilakukan sebagai langkah awal sebelum memasuki tahapan seleksi penerimaan siswa baru.

‎"Jadi calon siswa baru untuk melanjutkan ke jenjang ke pendidikan menengah baik SMA maupun SMK itu sudah bisa melakukan proses upload dokumen, baik itu nilai raport, kemudian sertifikat, data-data identitas, data keluarga, dan lain-lainnya itu melalui aplikasi yang telah kita siapkan," kata Saiful, Selasa 12 Mei 2026.

‎Dalam pelaksanaan SPMB 2026, Dinas Pendidikan Babel menyiapkan empat jalur penerimaan, yakni jalur afirmasi, prestasi, domisili, dan mutasi.

‎Proses penerimaan juga akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama diperuntukkan bagi jalur afirmasi dan prestasi. Setelah proses tersebut selesai, barulah jalur domisili dan mutasi dibuka.

‎"Sehingga nanti orang tua maupun anak jika tidak masuk jalur prestasi dan afirmasi bukan berarti sudah tertutup peluangnya, masih dimungkinkan mendaftar kembali melalui jalur domisili, tapi mustahil jalur mutasi, karna mutasi khusus anak yang berasal dari luar daerah, yang orang tuanya pindah tugas. Jadi jangan sampai nanti berpikir waduh sudah stop gak bisa lagi diterima, enggak jadi silakan dicoba masuk lewat jalur-jalur lain sesuai dengan syarat ketentuan," ujarnya.

Selain itu, hasil evaluasi pelaksanaan penerimaan siswa tahun sebelumnya juga melahirkan sejumlah perubahan baru pada SPMB 2026. Salah satunya terkait komposisi kuota di masing-masing jalur penerimaan. Kuota jalur domisili kini ditetapkan sebesar 35 persen, jalur prestasi 30 persen, afirmasi 30 persen, dan mutasi sebesar 5 persen.

Ia menyebut, perubahan ini dilakukan untuk memberikan prioritas kepada calon siswa yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah.

‎"Ini perubahan yang kita lakukan itu prioritas untuk anak di area terdekat dengan lingkungan sekolah, kalo dulu orang nyebutnya bina lingkungan. Jangan sampai masyarakat di sekitar lingkungan sekolah yang dekat itu radiusnya kita tetapkan 200 meter, secara otomatis langsung diterima, tetapi lewat jalur domisili daftarnya," ucapnya.

‎Perubahan lain juga diterapkan pada jalur prestasi. Tahun ini, peserta didik berprestasi akademik akan bersaing secara terpisah dengan peserta non-akademik. Kebijakan tersebut diambil sebagai tindak lanjut atas berbagai masukan masyarakat pada pelaksanaan SPMB tahun sebelumnya.

‎"Jadi silakan, anak yang punya potensi dan prestasi di bidang akademik berlombalah untuk mendapatkan peluang masuk di SMA/SMK, kalo akademik kita bicara nilai rapot dan Test Kemampuan Akademis (TKA) juga atau sertifikat yang ada kaitannya dengan bidang akademis," ujarnya.

Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung, Narulita Sari, memberikan apresiasi terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung tersebut. Menurutnya, aturan radius 200 meter ini memberikan ruang dan kesempatan yang adil bagi anak-anak untuk bersekolah di lingkungan terdekat mereka.

Narulita menekankan, kebijakan jalur domisili ini harus dibarengi dengan peningkatan mutu standar proses belajar mengajar di seluruh sekolah. Ia menegaskan tidak boleh lagi ada dikotomi atau perbedaan kasta antar sekolah.

"Pemerintah harus memastikan setiap sekolah memiliki kualitas pendidikan, tenaga pendidik, hingga kegiatan yang sama. Jangan ada perbedaan lagi. Kita pastikan semua sekolah berkualitas sehingga tidak ada lagi istilah sekolah favorit atau unggulan. Sekolah harus berkualitas tanpa terkecuali," ujar Narulita.

Selain aspek pemerataan pendidikan, Narulita juga menyoroti manfaat praktis bagi para orang tua, terutama dalam hal keamanan dan pengawasan anak. Dengan jarak sekolah yang dekat dari rumah, orang tua dapat lebih mudah memantau aktivitas anak-anak mereka.

Ia mengajak para orang tua untuk mulai berpikiran terbuka (open minded) dan tidak terpaku pada sekolah tertentu. "Jika kualitas sekolah sudah sama, lebih baik memilih yang dekat rumah demi keamanan anak-anak. Kalau dekat, orang tua lebih enak memantaunya," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....