Tari Disebut Matematika yang Bernyawa

  • 29 Apr 2026 20:09 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone — Seni tari tidak hanya dipandang sebagai ekspresi gerak, tetapi juga merupakan perpaduan berbagai disiplin ilmu yang saling terintegrasi. Hal ini disampaikan oleh penggiat seni tari sekaligus Kepala SMP Negeri 2 Palaka, Reny Sulastri Nurdin, S.Pd., M.Pd., dalam momentum peringatan Hari Tari Internasional, Rabu 29 April 2026.

Menurut Reny, tari memiliki keterkaitan erat dengan ilmu pengetahuan, termasuk matematika. Ia mengungkapkan bahwa ritme dalam tari merupakan bentuk hitungan, sementara komposisi mencerminkan kumpulan pola yang terstruktur dalam ruang dan waktu. “Tari itu adalah matematika yang bernyawa, karena di dalamnya ada ritme, komposisi, ruang, dan waktu yang semuanya terukur,” ujarnya kepada RRI.CO.ID.

Selain itu, ia menekankan bahwa seni tari merupakan paket lengkap yang mencakup berbagai unsur, mulai dari musik, gerak, hingga kostum. Hal tersebut menjadikan tari sebagai media pembelajaran yang kompleks dan menarik, khususnya bagi generasi muda.

Di era digital saat ini, Reny juga mendorong pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran tari. Ia menyebutkan bahwa penggunaan media digital seperti smart TV dan aplikasi pendukung dapat membantu guru menyampaikan materi secara lebih visual dan interaktif. “Sekarang guru tidak lagi hanya menggunakan metode ceramah, tapi sudah memanfaatkan visual digital yang lebih menarik dan memudahkan siswa memahami materi,” jelasnya.

Lebih lanjut, teknologi juga dinilai sangat membantu dalam proses kreatif seorang koreografer. Dengan adanya fitur perekaman, ide-ide gerakan tari dapat didokumentasikan dengan baik sehingga tidak mudah terlupakan. “Manusia tempatnya lupa, tapi dengan teknologi kita bisa merekam setiap gerakan yang kita ciptakan,” tambahnya.

Namun demikian, Reny mengakui bahwa belum semua tenaga pengajar mampu beradaptasi dengan perkembangan digital. Ia berharap para guru dapat terus meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi guna menunjang proses pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif.

Reny juga menekankan pentingnya pemahaman makna dalam setiap gerakan tari. Ia mengingatkan bahwa tari bukan sekadar hiburan, melainkan memiliki nilai filosofis dan budaya yang harus dipahami oleh para penari. “Tari bukan hanya untuk menghibur, tapi punya makna. Ketika kita memahami itu, maka tari menjadi lebih bernilai,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....