PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu Perkuat Layanan Multipurpose dan Komitmen K3
- 27 Apr 2026 12:14 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu — PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Bengkulu terus menjalankan perannya dalam mendukung kelancaran arus logistik di wilayah Bengkulu.
Di tengah dinamika aktivitas kepelabuhanan dan kebutuhan pasar, perusahaan berfokus pada menjaga ke andalan operasional serta memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan optimal dan berkesinambungan.
Capaian ini mencerminkan dinamika arus logistik yang terus berkembang, seiring dengan berbagai faktor operasional dan kondisi pasar yang memengaruhi aktivitas kepelabuhanan.
Di tengah dinamika tersebut, PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu tetap berkomitmen menjaga produktivitas serta memberikan pelayanan optimal bagi para pengguna jasa.
Sebagai simpul penting di wilayah Barat Sumatra, Bengkulu memiliki peran strategis dalam mendukung rantai logistik nasional, khususnya untuk komoditas curah kering seperti batu bara, clinker, limestone, dan cangkang. Selain itu, PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu juga melayani curah cair seperti CPO dan aspal, serta general cargo berupa heavy equipment, material konstruksi, bag cargo, hingga petikemas.
Dengan fasilitas dermaga sepanjang 494 meter, gudang seluas 1.750 m2, lapangan penumpukan 38.110 m2, serta dukungan peralatan bongkar muat seperti Conveyor Belt, Gantry Luffing Crane, Wheel Loader, Excavator, Reach Stacker, Forklift, Head Truck, Chassis, dan jembatan timbang, PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu siap melayani berbagai kebutuhan logistik multipurpose.
“Kami terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat layanan multipurpose agar tetap kompetitif serta adaptif terhadap kebutuhan pasar,” ujar Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu, M. Choiron Yusuf pada Senin, (27/4/2026).
Sepanjang 2025, PTP Bengkulu juga menghadapi tantangan operasional berupa pendangkalan alur pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai. Namun, momentum positif ditandai dengan sandarnya MV.Bengawan Mas pada pertengahan Desember 2025 sebagai kapal petikemas pertama pasca normalisasi alur. Hal ini menjadi indikator bahwa layanan logistik berbasis petikemas di Bengkulu kembali berjalan dan membuka peluang peningkatan efisiensi distribusi barang bagi industri dan masyarakat.
“Masuknya kapal petikemas ini menjadi langkah awal yang baik dalam penguatan kembali aktivitas kepelabuhanan di Bengkulu,” tambah Choiron.
Selain fokus pada operasional, PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu juga menegaskan komitmennya terhadap aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui program TJSL. Pada akhir September, perusahaan menggelar sosialisasi Safety Awareness serta menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat. Program ini merupakan bagian dari implementasi prinsip ISO 26000 dan wujud kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja serta keberlanjutan operasional pelabuhan.
“Budaya kerja yang mengedepankan keselamatan menjadi prioritas utama untuk menjaga produktivitas dan kualitas layanan,” ujar Dili Andrianto, Deputy Manager Operasi dan Teknik PTP Bengkulu.
PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu mencatat kinerja throughput sebesar 2,41 juta ton/m3 hingga akhir Desember 2025. Sedangkan pada triwulan I tahun 2026 Bengkulu mencatat produksi cargo sebesar 596.497 ton, petikemas 2.620 box atau 2.744 TEUs, serta capaian Ton Ship Day (TSD) Year on Year yang menunjukkan tren positif. Nilai TSD meningkat 19% dibandingkan tahun sebelumnya, dari 8.216 menjadi 9.790, yang mencerminkan peningkatan efisiensi dalam proses bongkar muat dan optimalisasi kinerja operasional.
Dengan capaian throughput, momentum penguatan kembali layanan petikemas, dukungan fasilitas yang memadai, konsistensi program TJSL, serta peningkatan produktivitas operasional, PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ekosistem logistik nasional, menjaga kualitas layanan, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....