Cuaca DIY Sabtu, Potensi Hujan Disertai Angin dan Gelombang Tinggi Laut Selatan

  • 25 Apr 2026 06:58 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan berpotensi melanda sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari Sabtu ini. Masyarakat agar waspada potensi hujan disertai angin kencang di wilayah Sleman dan Kulon Progo serta waspada potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan selatan DIY.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta Slamet mengatakan prakiraan cuaca wilayah DIY hari ini Sabtu, 25 April 2026. Cuaca diprakirakan cerah berawan di seluruh wilayah DIY pada pagi hari. Siang hingga sore hari berpotensi hujan ringan di wilayah Kulon Progo bagian tengah dan selatan, Bantul bagian selatan, dan Gunungkidul bagian selatan.

Malam hari berpotensi hujan sedang di wilayah Kulon Progo bagian utara dan Sleman bagian utara. Potensi hujan ringan di wilayah Kota Yogyakarta, Bantul bagian utara, Kulon Progo bagian tengah dan Sleman bagian barat. Sedangkan dini hari berpotensi hujan ringan di Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian selatan, dan Gunungkidul bagian selatan.

"Peringatan dini cuaca waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai dengan petir dan angin kencang di wilayah Sleman bagian utara dan Kulon Progo bagian utara," ucap Slamet dalam siaran informasi cuaca di Pro1 RRI Yogyakarta, Sabtu, 25 April 2026 pagi.

Tinggi gelombang laut di perairan selatan Gunungkidul, Bantul, Kulon Progo, dan Samudera Hindia selatan DIY, berkisar 2,5-4 meter termasuk kategori tinggi. Peringatan dini waspada potensi gelombang tinggi di perairan selatan DIY.

Slamet menambahkan suhu udara antara 24-33 derajat celsius, dengan kelembaban udara antara 63-95 persen. Angin umumnya berhembus dari arah timur laut hingga tenggara, dengan kecepatan angin antara 5-20 km/jam.

"Senantiasa perbarui informasi cuaca secara berkala dengan mengakses laman resmi media sosial BMKG dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan seperti BPBD," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....