Empati Santri untuk Negeri Warnai Pementasan Wisuda MDT Klimasada
- 23 Apr 2026 20:04 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta — Nuansa empati dan kepedulian terhadap sesama mewarnai gelaran wisuda santri di Madrasah Diniyah Takmiliyah Kalimasada, Minggu, 19 April 2026. Mengusung tema “Empati Santri, Untuk Negeri: Duka Mereka Lara Kita”, acara ini tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga panggung ekspresi nilai kemanusiaan melalui penampilan seni para santri.
Sejak awal acara, suasana khidmat terasa melalui pembacaan Asmaul Husna yang dilanjutkan dengan dzikir dan majelisan. Memasuki sesi pementasan, para santri menampilkan tarian bertema keindonesiaan dan alam. Gerak yang selaras dengan iringan musik tradisional berhasil menarik perhatian hadirin sekaligus memperkuat pesan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Pementasan dari santri jilid 1 hingga 5 tersebut menambah semarak acara dan menjadi sorotan utama.
Prosesi wisuda dilaksanakan dengan penuh khidmat. Sebanyak lima santri resmi diwisuda, terdiri dari tiga santri putra dan dua santri putri, setelah menyelesaikan pembelajaran metode Yanbu’a.
Kepala Madrasah, Saviera Ajeng, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan. “Selamat telah menyelesaikan pembelajaran metode Yanbu’a di Madrasah Diniyah Takmiliyah Kalimasada. Semoga setiap langkah selalu di bawah lindungan dan petunjuk Allah,” ujarnya.
Perwakilan wali santri, Supriyanto, mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan anaknya selama belajar di madrasah. “Saya bersyukur sekali anak saya semangat mengaji di Kalimasada. Awalnya masih awam dalam membaca Al-Qur’an, alhamdulillah kini bisa menyelesaikan metode Yanbu’a dan mulai masuk ke kelas Al-Qur’an,” katanya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Barokah Kalimasada, Kyai Asyrofuddin, berharap para wisudawan dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh. “Saya berharap para wisudawan menjadi pecinta Al-Qur’an yang sesungguhnya,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam bahwa wisuda bukan sekadar akhir pembelajaran, tetapi awal perjalanan untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan kepedulian terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari. (Ajeng)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....