Waspada Karhutla, BMKG Pantau 10 Titik Panas di Aceh

  • 23 Apr 2026 11:46 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau adanya 10 titik panas atau hotspot di wilayah Provinsi Aceh pada 22 April 2026. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Fitriana Nur, dalam laporan yang diterima RRI, menyebutkan pantauan titik panas dilakukan sejak pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB.

“Dari hasil pantauan satelit, terdapat 10 titik panas di Provinsi Aceh dengan tingkat kepercayaan 8 atau kategori sedang,” ujarnya Kamis 23 April 2026.

BMKG menjelaskan, pemantauan dilakukan menggunakan sensor MODIS dari Satelit Terra, Aqua, dan Suomi NPP, serta sensor NOAA20/VIIRS untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan secara dini.

Berdasarkan data BMKG, sebaran 10 titik panas tersebut berada di sejumlah kabupaten/kota di Aceh, yakni satu titik di Kabupaten Aceh Jaya tepatnya di Kecamatan Panga.

Kemudian empat titik terdeteksi di Kabupaten Aceh Selatan, seluruhnya berada di Kecamatan Trumon. Dua titik lainnya berada di Kabupaten Aceh Timur masing-masing di Kecamatan Pante Bidari dan Peureulak.

Selanjutnya, masing-masing satu titik panas terpantau di Kabupaten Bener Meriah Kecamatan Syiah Utama, Kota Lhokseumawe Kecamatan Muara Satu, serta Kabupaten Nagan Raya Kecamatan Darul Makmur.

Secara rinci, titik panas tersebut terpantau di koordinat 95.7923 BT dan 4.5301 LU di Aceh Jaya, kemudian di wilayah Trumon Aceh Selatan pada beberapa koordinat berbeda yang terdeteksi oleh Satelit Suomi NPP dan NOAA20.

Sementara di Aceh Timur, hotspot terpantau di koordinat 97.5175 BT dan 4.8611 LU di Pante Bidari serta 97.7704 BT dan 4.6954 LU di Peureulak.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang terdeteksi adanya titik panas. Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan saat kondisi cuaca cenderung panas dan kering guna menghindari meluasnya kebakaran.

BMKG juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan di wilayah rawan kebakaran agar potensi karhutla dapat dicegah sedini mungkin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....