OKI dan Unsri Perkuat Riset Gambut untuk Cegah Karhutla
- 22 Apr 2026 21:37 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, OKI - Pengelolaan lahan gambut berbasis riset dinilai menjadi langkah penting dalam menekan kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir menggandeng Universitas Sriwijaya untuk memperkuat strategi tersebut.
Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Ruang Rapat Bupati OKI. Kesepakatan berlangsung pada Rabu 22 April 2026 sebagai landasan kerja sama jangka panjang.
Sinergi ini difokuskan pada pengelolaan gambut berkelanjutan dan pengendalian karhutla. Pendekatan ilmiah dipilih agar kebijakan lebih tepat sasaran.
Bupati OKI Muchendi Mahzareki menyebut kerja sama dengan kalangan akademik menjadi kebutuhan mendesak. Hal ini berkaitan dengan luasnya kawasan gambut di wilayah OKI.
Menurutnya, sekitar 70 persen wilayah Kabupaten OKI merupakan lahan gambut. Kondisi tersebut membuat daerah ini memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran.
“Setiap tahun OKI menjadi sorotan karhutla. Namun pada 2025, jumlah titik api tercatat paling sedikit. Ini harus kita jaga dan tingkatkan dengan pendekatan yang lebih ilmiah,” ujarnya, Rabu 22 April 2026.
Ia menilai penanganan karhutla tidak lagi cukup menggunakan cara konvensional. Kebijakan perlu ditopang hasil riset dan data lapangan.
Muchendi berharap kerja sama ini menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi tidak hanya berhenti pada aspek administratif.
Selain melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah juga membuka ruang bagi sektor swasta. Dukungan lintas pihak dinilai penting dalam implementasi program.
Rektor Universitas Sriwijaya Taufiq Marwa menegaskan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial. Riset harus mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Perguruan tinggi tidak boleh berada di menara gading. Riset harus turun ke lapangan dan menjawab persoalan masyarakat, termasuk karhutla dan pengelolaan gambut di OKI,” katanya.
Ia menyebut Unsri siap mengerahkan sumber daya akademik untuk mendukung riset terapan. Pendampingan masyarakat dan penguatan kapasitas daerah juga menjadi bagian kerja sama.
Menurutnya, hasil penelitian harus memberikan dampak konkret di lapangan. Pengendalian karhutla dan pengelolaan gambut berkelanjutan menjadi target utama.
Kolaborasi ini diharapkan memperkuat kualitas pengelolaan lingkungan di OKI. Sinergi akademisi dan pemerintah daerah dinilai penting menghadapi tantangan perubahan iklim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....