OKI Siagakan 1.051 Personel Hadapi Ancaman Karhutla

  • 22 Apr 2026 21:34 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, OKI - Ancaman kebakaran hutan dan lahan mulai diantisipasi sejak awal musim kemarau. Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir memperkuat kesiapsiagaan melalui apel besar lintas sektor.

Pemkab OKI bersama Forkopimda dan pemangku kepentingan menggelar Apel Siaga Karhutla, Rabu 22 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal menghadapi potensi kebakaran tahun ini.

Apel juga dirangkaikan dengan Apel Sabuk Kamtibmas dan Bhabinkamtibmas. Tujuannya memperkuat koordinasi keamanan sekaligus meningkatkan kesiapan penanggulangan bencana.

Sebanyak 1.051 personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga masyarakat peduli api.

Seluruh personel disiapkan untuk memperkuat patroli dan penanganan di lapangan. Pemeriksaan menunjukkan peralatan pendukung berada dalam kondisi siap pakai.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho yang memimpin apel menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga. Menurutnya, kesiapsiagaan harus diwujudkan melalui langkah konkret.

“Apel ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk kesungguhan untuk menyatukan langkah dan meningkatkan kewaspadaan bersama. Dari OKI, kita tegaskan kesiapan menghadapi musim kemarau 2026 sekaligus memperkuat penanggulangan bencana yang cepat dan terpadu,” ujarnya, Rabu 22 April 2026.

Ia menekankan kesiapan tidak hanya menyangkut personel, tetapi juga logistik dan sistem komando. Seluruh unsur diminta bergerak secara terpadu.

Sandi meminta patroli rutin diperkuat di wilayah rawan kebakaran. Verifikasi titik panas juga harus dilakukan cepat agar api tidak berkembang.

Menurutnya, karakteristik lahan gambut di Sumatera Selatan membuat kebakaran mudah meluas. Api dapat menyebar di bawah permukaan dan sulit dipadamkan.

Karena itu, pendekatan pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah besar. Langkah dini dinilai mampu menekan kerugian.

Bupati OKI Muchendi Mahzareki menyebut pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat asap. Status tersebut berlaku sejak 14 April 2026.

“Penetapan status siaga memungkinkan koordinasi lintas instansi berjalan lebih efektif, terutama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan di lapangan. Patroli dan edukasi terus ditingkatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” katanya.

Pemkab OKI juga memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait bahaya pembakaran lahan. Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi kebakaran sejak dini.

Selain itu, dukungan peralatan dari pemerintah pusat turut memperkuat kesiapsiagaan daerah. Bantuan tersebut mencakup perlengkapan senilai Rp1,5 miliar dan pompa air.

Melalui kesiapsiagaan terpadu, pemerintah berharap risiko karhutla dapat diminimalkan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....