Hadapi Ancaman Karhutla, Polda Sumsel Gelar Simulasi di OKI
- 22 Apr 2026 21:55 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, OKI - Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan dan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan Polda Sumatera Selatan. Salah satunya melalui simulasi terpadu Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dan penanganan karhutla yang digelar di Halaman GOR Perahu Kajang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu, 22 April 2026.
Kegiatan ini melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga masyarakat setempat. Simulasi berlangsung dinamis, menggambarkan situasi riil yang berpotensi terjadi di lapangan.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, turun langsung memimpin jalannya simulasi. Ia menegaskan bahwa latihan ini menjadi bagian penting dalam menguji kesiapan operasional sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi.
“Kita tidak boleh lengah. Simulasi ini adalah bentuk komitmen kami untuk menjamin keamanan masyarakat. Penanganan Karhutla di OKI tahun 2026 harus mencapai target Zero Karhutla. Ini hanya bisa terwujud melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” tegas Sandi.
Simulasi Sispamkota diawali dengan skenario penanganan gangguan keamanan di tengah kota. Personel dilatih mengendalikan massa secara humanis namun tetap tegas, sesuai prosedur operasional. Situasi dibuat menyerupai kondisi riuh dan penuh tekanan, untuk mengasah respons cepat aparat dalam menjaga ketertiban.
Di sisi lain, simulasi karhutla memperlihatkan kesiapan tim gabungan dalam memadamkan api di kawasan rawan. Dengan peralatan khusus, petugas memperagakan teknik pemadaman cepat guna mencegah meluasnya kebakaran. Deteksi dini titik panas dan koordinasi antarinstansi menjadi fokus utama dalam skenario ini.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari implementasi program Presisi Polri yang selaras dengan agenda strategis pemerintah.
“Simulasi terpadu ini menyatukan persepsi seluruh elemen, baik TNI, Polri, maupun pemerintah daerah, agar kita memiliki kesiapan optimal saat menghadapi kondisi nyata di lapangan,” ujar Nandang.
Menurutnya, kesiapan tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari kekompakan dan kecepatan koordinasi antarinstansi saat menghadapi situasi darurat.
Simulasi ditutup dengan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur penanganan di lapangan. Kapolda juga memberikan apresiasi atas dedikasi seluruh peserta yang terlibat.
Ke depan, Polda Sumsel memastikan latihan serupa akan terus digencarkan, khususnya di wilayah rawan karhutla. Langkah ini diharapkan mampu menjaga Sumatera Selatan tetap aman, kondusif, serta terbebas dari bencana asap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....