Pemkab Kampar Hadiri Ekspos MTQ Riau

  • 21 Apr 2026 21:45 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Asisten I Setda Kampar yang juga Ketua Umum LPTQ Kampar, Tengku Said Hidayat, mewakili Bupati Kampar menghadiri kegiatan ekspos persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Melati Lantai 3 Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Selasa 21 April 2026.

Dalam kegiatan itu, Tengku Said Hidayat didampingi Ketua Harian LPTQ Kampar Erman Gani serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Erizon Efendi. Kehadiran rombongan Kampar sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan MTQ tingkat provinsi.

Ketua Harian LPTQ Kampar, Erman Gani, menjelaskan bahwa ekspos ini merupakan bagian dari tahapan persiapan pelaksanaan MTQ ke-44 yang direncanakan berlangsung pada Juni hingga Juli 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi.

“Ekspos ini membahas kesiapan tuan rumah, konsep pelaksanaan, serta sinergi dukungan dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Riau,” ujarnya.

Ia menambahkan, rombongan dari Kabupaten Kampar yang hadir terdiri dari unsur pengurus LPTQ, termasuk Sekretaris LPTQ H. Zulfaimar dan Bendahara H. Dirhamsyah.

“Keikutsertaan kami menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung kesuksesan MTQ tingkat provinsi,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, sebelumnya menyampaikan apresiasi terhadap rencana pelaksanaan MTQ di Kuantan Singingi. Hal itu disampaikannya dalam audiensi bersama Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Kakanwil Kemenag Riau Muliardi di Jakarta.

“MTQ bukan sekadar ajang lomba membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana strategis untuk memperkuat moderasi beragama,” ujar Nasaruddin.

Ia menilai, pelaksanaan MTQ yang beririsan dengan tradisi budaya Pacu Jalur menjadi momentum penting dalam memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.

“Ketika dipadukan dengan tradisi lokal, ini menjadi kekuatan besar dalam merawat harmoni dan memperkuat nilai keagamaan yang inklusif,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pendekatan berbasis budaya lokal dapat menjadi strategi efektif dalam mengarusutamakan moderasi beragama, sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....