KAI Palembang Catat Kenaikan Wisman Triwulan I 2026

  • 22 Apr 2026 08:25 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat kinerja positif dalam angkutan penumpang wisatawan mancanegara pada Triwulan I Tahun 2026. Sebanyak 380 wisatawan asing tercatat menggunakan layanan kereta api di wilayah tersebut, termasuk 65 penumpang selama masa Angkutan Lebaran 2026.

Capaian ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada Triwulan I 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan kereta api tercatat sebanyak 368 penumpang.

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyampaikan, tren ini mencerminkan meningkatnya minat wisatawan asing terhadap transportasi kereta api. Menurutnya, kereta api kini semakin diminati sebagai moda untuk menjelajahi berbagai destinasi di Sumatera Selatan.

Dalam tiga tahun terakhir, jumlah wisatawan mancanegara pengguna kereta api terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Pada 2024 tercatat 291 penumpang, meningkat menjadi 368 pada 2025, dan kembali naik menjadi 380 penumpang pada 2026.

“Peningkatan menunjukkan minat wisatawan mancanegara terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan dalam menjelajahi destinasi di Sumatera Selatan semakin meningkat,” ujar Aida, Selasa 21 April 2026.

Dari total tersebut, Stasiun Kertapati menjadi titik keberangkatan dengan jumlah penumpang terbanyak. Tercatat sebanyak 197 wisatawan berangkat dari stasiun ini, menjadikannya sebagai pusat mobilitas utama wisman.

Selain Kertapati, sejumlah stasiun lain juga mencatat kontribusi signifikan dalam pergerakan wisatawan. Stasiun Lubuklinggau melayani 66 penumpang, Lahat 51 penumpang, Prabumulih 32 penumpang, dan Muara Enim sebanyak 21 penumpang.

Aida menilai tingginya kunjungan wisatawan mancanegara tidak terlepas dari daya tarik Sumatera Selatan. Faktor sejarah, budaya Melayu serta keindahan alam menjadi magnet utama bagi wisatawan asing.

Ia juga menjelaskan bahwa kereta api dipilih karena menawarkan kenyamanan, ketepatan waktu dan keamanan. Selain itu, perjalanan kereta memberikan pengalaman unik bagi wisatawan untuk menikmati lanskap Indonesia secara lebih autentik.

Peningkatan jumlah wisatawan ini turut memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor ekonomi. Aktivitas ekonomi masyarakat meningkat, mulai dari transportasi lanjutan, perhotelan hingga pelaku UMKM.

Kunjungan wisatawan asing juga berkontribusi terhadap pendapatan negara serta mendorong pelestarian budaya dan lingkungan. Aida menegaskan bahwa pariwisata merupakan investasi jangka panjang yang perlu dijaga keseimbangannya agar manfaatnya berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....