BRMP dan Pupuk Kaltim Dorong Kampung Kompos di Gorontalo

  • 21 Apr 2026 09:07 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo bersama PT Pupuk Kalimantan Timur menggelar kegiatan Farmers Meeting dalam rangka pengembangan pertanian berkelanjutan melalui Program Kampung Kompos Biodex. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana pertanian kepada kelompok tani guna meningkatkan kapasitas produksi kompos di tingkat petani.

Kegiatan tersebut dihadiri Kelompok Tani Makmur Bersama dari Desa Tunas Jaya, Kecamatan Bone Pantai, yang beranggotakan 18 orang. Partisipasi aktif anggota kelompok dalam diskusi mencerminkan komitmen mereka dalam mengembangkan praktik pertanian ramah lingkungan serta kesiapan menerima inovasi.

Dalam kegiatan ini, PT Pupuk Kalimantan Timur menyerahkan bantuan berupa mesin pencacah, tandon air, dan kunci soket. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pengolahan bahan organik menjadi kompos secara lebih efisien dan berkelanjutan. Selain meningkatkan kapasitas produksi, pemanfaatan kompos juga membuka peluang usaha baru bagi kelompok tani serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Kelompok Tani Makmur Bersama diketahui mengembangkan komoditas hortikultura, khususnya tomat dan cabai rawit, yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabil. Ketersediaan pupuk organik berkualitas menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas dan keberlanjutan usaha tani.

Dalam arahannya, Kepala BRMP Gorontalo menekankan pentingnya pengelolaan tanah yang baik serta penggunaan pupuk secara berkelanjutan guna menjaga kesuburan tanah dan produktivitas jangka panjang. Edukasi kepada petani juga terus didorong sebagai bagian dari upaya penerapan modernisasi pertanian yang ramah lingkungan.

Selain itu, dalam sesi dialog, petani menyampaikan kendala terkait lokasi penyimpanan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dinilai cukup jauh dari wilayah Bone Pantai. Menanggapi hal tersebut, disarankan agar alsintan ditempatkan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat guna memudahkan akses petani serta meningkatkan efisiensi operasional di lapangan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....