Ogan Komering Ilir Tetapkan Status Siaga Karhutla
- 18 Apr 2026 23:00 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, OKI - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026. Penetapan status siaga darurat itu berdasarkan Surat Keputusan Bupati OKI Nomor 135/KEP/BPBD/2026, dan berlaku sejak 14 April hingga 31 Desember 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Nova Triyussanto, mengatakan, penetapan status menjadi yang pertama dilakukan di Sumatera Selatan pada tahun ini. “Status siaga darurat ini kami tetapkan lebih awal sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi cukup ekstrem tahun ini,” ujar Nova, Sabtu, 18 April 2026.
Kebijakan itu juga ditujukan untuk mengantisipasi potensi bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Dengan status tersebut, seluruh pihak terkait diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan, mulai dari upaya pencegahan, patroli terpadu, hingga penanganan cepat apabila terjadi kebakaran.
Nova berharap berharap semua pihak bergerak bersama mencegah karhutbunla, (kebakaran hutan kebun dan lahan. “Koordinasi lintas instansi juga diperkuat bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan kelompok masyarakat peduli api,” tegasnya.
Selain itu, BPBD OKI akan mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah rawan kebakaran, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. “Kami juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan karena selain merusak lingkungan juga dapat dikenakan sanksi hukum,” cetusnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) Kementerian Kehutanan, luas karhutla di Sumatera Selatan sepanjang 2025 mencapai 5.939,8 hektare.
“Lahan mineral menjadi area yang paling luas terbakar yakni 5.558,2 hektare. Sedangkan lahan gambut mencapai 381,6 hektare,” sebutnya.
Untuk diketahui kabupaten OKI tercatat sebagai wilayah dengan luas kebakaran terbesar di Sumatera Selatan. “Yakni 1.361,9 hektare, terdiri atas lahan gambut 333,4 hektare dan lahan mineral 1.028,5 hektare,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....