Ni Nyoman Suryani : Makna Pagerwesi sebagai Pagar Diri
- 18 Apr 2026 06:03 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Acara Mutiara Pagi Pro 1 RRI Merauke pada Senin, 13 April 2026, menghadirkan Ni Nyoman Suryani, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke. Ia menyampaikan pemaknaan mendalam tentang Hari Raya Pagerwesi kepada umat.
Dalam renungannya, ia menjelaskan bahwa Hari Raya Pagerwesi dirayakan setiap Budha Kliwon Wuku Shinta dan termasuk rerahinan gumi. Perayaan ini diperuntukkan bagi seluruh umat Hindu, baik pendeta maupun umat walaka.
Ia juga mengutip ajaran dalam lontar Sundarigama yang menjelaskan bahwa Pagerwesi merupakan pemujaan kepada Sang Hyang Pramesti Guru yang diiringi Dewata Nawa Sanga. Makna ini menegaskan pentingnya keseimbangan dan pertumbuhan kehidupan di alam semesta.
Secara etimologis, Pagerwesi berarti pagar besi yang melambangkan perlindungan kuat. Konsep ini dimaknai sebagai upaya spiritual untuk melindungi diri melalui pengetahuan sejati dan pengendalian diri.
Dalam perayaan ini, umat memuja Tuhan dalam manifestasi sebagai Siwa Mahaguru. Peran guru dipandang sangat penting karena menjadi penuntun dalam memahami dan mengamalkan ilmu pengetahuan.
Lebih lanjut, Ni Nyoman menjelaskan bahwa ajaran Catur Guru dan Guru Susrusa mengajarkan pentingnya hormat dan bakti kepada guru. Momentum Pagerwesi menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai tersebut melalui persembahyangan dan meditasi.
Persembahyangan umumnya dilakukan di pura maupun di rumah masing-masing. Selain itu, umat juga dianjurkan melaksanakan meditasi pada tengah malam sebagai bentuk pendekatan diri kepada Tuhan.
Ia menegaskan bahwa inti dari Pagerwesi adalah mendekatkan Atman kepada Brahman sebagai guru sejati. Pengetahuan sejati inilah yang menjadi pelindung hidup, baik di dunia maupun di kehidupan selanjutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....