Gotong Royong Antar Warga Kurangi Resiko Bencana
- 11 Apr 2026 17:18 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Cuaca ekstrem masih melanda di bulan April ini. Baik individu ataupun masyarakat perlu waspada dengan hal ini. “Untuk menghadapi cuaca ekstrem perlu kesiapsiagaan bersama dengan mengaktifkan kembali kerja bakti dan komunikasi warga,” ungkap Sita dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY kepada RRI Sabtu, 11 April 2026 siang.
Gotong royong menjadi kunci untuk mengurangi resiko bencana dan mempercepat penanganan. Budaya gotong royong ini tidak hanya muncul saat tanggap darurat, tetapi dalam upaya mitigasi dan pencegahan untuk meminimalkan dampak bencana.
Kegiatan ini untuk mengurangi risiko bencana dilakukan dengan aksi kolektif antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait untuk meningkatkan ketahanan wilayah. Kegiatan ini difokuskan pada mitigasi fisik dan sosial untuk meminimalkan dampak bahaya.
Gotong royong bisa dilakukan dengan pembersihan drainase. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyumbatan yang menyebabkan banjir. Selain itu pembersihan sungai dan pemangkasan pohon juga bisa dilakukan dengan gotong royong bersama.
Cuaca ekstrem bisa datang secara tiba-tiba. Tetapi dampaknya bisa dikurangi dengan kesiapan dan kepedulian bersama.
Dihimbau setiap orang untuk menyimpan nomor darurat dan melaporkan segera jika terjadi kejadian bencana. Menyimpan nomor darurat berfungsi untuk mendapatkan bantuan secara tepat dan cepat.
Sita juga menambahkan jika terjadi bencana atau kejadian bisa menghubungi call center. Hal yang berkaitan dengan darurat medis di call center 119. Hal yang berkaitan dengan kebakaran dan penyelamatan di call center 113. Hal yang berkaitan dengan darurat bencana di call center 0852-1286-3744. Pantau Twitter @BBBDDIY, Facebook BBBDDIY, Instagram BBBD_DIY.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....