Lamongan Jadi Rujukan Nasional Penurunan Stunting
- 10 Apr 2026 18:41 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Keberhasilan Kabupaten Lamongan dalam menekan angka stunting secara signifikan menjadikannya sebagai rujukan bagi daerah lain di Indonesia. Dalam kurun waktu dua tahun, prevalensi stunting di Lamongan berhasil ditekan dari 27,5 persen pada 2022 menjadi 6,9 persen pada 2024.
Capaian tersebut menarik perhatian sejumlah pemerintah daerah untuk melakukan kaji tiru, seperti kunjungan Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al-Habsy dan Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin yang disambut Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara. Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari strategi percepatan penurunan stunting yang telah diterapkan di Lamongan.
Dalam pemaparannya, Dirham yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Lamongan menjelaskan sejumlah program unggulan yang menjadi kunci keberhasilan. Program tersebut meliputi pendampingan kader, Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Gerakan 1-10-100, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), Gerakan Ferrameg (FE Hari Rabu Megilan), hingga Sadel Cepak (Desa Model Pencegahan Perkawinan Anak).
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah desa hingga pelaku usaha yang dilibatkan sebagai orang tua asuh bagi anak-anak berisiko stunting.
“Tentu untuk keberhasilan program-program ini dibutuhkan kerja sama yang kuat dari berbagai pihak. Selain itu, penting juga dilakukan pemantauan, evaluasi, serta pemetaan agar intervensi tepat sasaran,” ujarnya, Jumat 10 April 2026.
Ia juga menekankan pentingnya komitmen berkelanjutan dalam upaya penurunan stunting. Bahkan, sebagai orang tua asuh, dirinya masih rutin menerima laporan perkembangan anak asuh, mulai dari berat badan hingga tinggi badan.
“Masih ada laporan rutin terkait perkembangan anak asuh stunting. Ini menjadi bagian dari komitmen bersama agar penanganan benar-benar berdampak,” katanya.
Dirham berharap praktik baik yang telah dijalankan di Lamongan dapat diadopsi oleh daerah lain, sehingga upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih cepat dan merata di seluruh Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....