Disdagperin Bengkalis Pastikan BBM Kembali Normal

  • 10 Apr 2026 15:15 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) memastikan kondisi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bengkalis dan Kecamatan Bantan telah kembali normal.

Hal ini disampaikan Kepala Disdagperin Kabupaten Bengkalis, Zulpan, Jumat, 10 April 2026, menindaklanjuti arahan Bupati Bengkalis Kasmarni agar pelayanan kebutuhan vital masyarakat tetap terjaga.

“Sesuai arahan Ibu Bupati, kami bersama tim langsung melakukan gerak cepat di lapangan untuk memastikan ketersediaan BBM tetap aman dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik,” ujar Zulfan.

Ia menjelaskan, upaya tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari jajaran kepolisian, Satgas Pangan, hingga instansi terkait lainnya. Hasilnya, kondisi di sejumlah SPBU kini sudah kembali normal tanpa adanya antrean panjang seperti yang terjadi sebelumnya.

“Alhamdulillah, saat ini sudah tidak ditemukan lagi antrean panjang di SPBU, baik di Bengkalis maupun di Kecamatan Bantan. Ini menunjukkan distribusi BBM sudah kembali lancar,” jelasnya.

Zulpan juga mengapresiasi pihak SPBU yang telah menyesuaikan jam operasional guna mengurai kepadatan masyarakat.

“Kami mengarahkan agar jam operasional diperpanjang, mulai pagi sekitar pukul 07.30 atau 08.00 WIB hingga malam hari, bahkan jika diperlukan sampai pukul 22.00 WIB. Ini efektif mengurangi antrean,” ungkapnya.

Terkait distribusi, ia memastikan bahwa tidak ada perubahan dalam sistem pemesanan atau delivery order (DO) BBM dari masing-masing SPBU. Selain itu, kendaraan pengangkut BBM juga tetap difasilitasi oleh Dinas Perhubungan agar distribusi berjalan lancar.

“Untuk DO BBM tidak ada perubahan. Sementara mobil pengangkut BBM dan gas tetap kita fasilitasi agar distribusi tidak terhambat,” tambahnya.

Zulpan mengimbau masyarakat untuk tidak panik maupun terpengaruh isu-isu yang tidak benar, termasuk kabar kenaikan harga BBM.

“Kami harapkan masyarakat tidak melakukan panic buying dan tidak mudah percaya isu-isu yang tidak jelas, termasuk soal kenaikan harga yang sampai saat ini tidak terjadi. Kami juga mengajak semua pihak, termasuk media, untuk bersama-sama mendukung kondisi yang kondusif ini,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....