Polda Sumsel Evaluasi Kinerja, Tekankan Integritas

  • 09 Apr 2026 13:05 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Polda Sumatera Selatan menggelar evaluasi kinerja terbuka untuk menilai capaian operasional Triwulan I Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini menjadi langkah penguatan transparansi dan akuntabilitas pelayanan kepolisian.

Evaluasi dipimpin Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho di Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Rabu 8 April 2026. Forum ini menjadi ruang refleksi kinerja sekaligus perbaikan internal.

Kapolda menegaskan integritas dan transparansi menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas kepolisian. Ia menilai keberhasilan pengungkapan kasus harus diimbangi evaluasi berkelanjutan.

“Keberhasilan tidak boleh ternodai pelanggaran dan kita harus berani mengevaluasi diri,” ujarnya.

Ia menyoroti sejumlah pelanggaran internal yang menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut. Salah satunya insiden tahanan melarikan diri yang menjadi bahan pembenahan.

Polda Sumsel mencatat 6.752 laporan tindak pidana sepanjang Triwulan I 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.232 kasus berhasil diselesaikan.

Selain itu, waktu respons terhadap laporan masyarakat tercatat rata-rata 19 menit 7 detik. Capaian ini menunjukkan peningkatan kinerja pelayanan kepolisian.

Namun, Kapolda menyoroti kenaikan kasus kecelakaan lalu lintas yang meningkat signifikan. Data menunjukkan lonjakan mencapai 81,25 persen dibanding periode sebelumnya.

“Kita harus memastikan keselamatan berlalu lintas menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Ia menginstruksikan penguatan pengawasan di titik rawan kecelakaan serta peningkatan edukasi kepada masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan.

Selain itu, ancaman kebakaran hutan dan lahan juga menjadi perhatian serius dalam evaluasi. Polda Sumsel mencatat 627 titik panas dengan luas terbakar mencapai 62,41 hektare.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polda telah melakukan lebih dari 4.000 kegiatan mitigasi. Langkah ini termasuk patroli terpadu dan pemanfaatan teknologi pemantauan udara.

Di sisi lain, Polda Sumsel turut berkontribusi dalam pembangunan melalui program strategis. Salah satunya pembangunan 50 unit jembatan untuk membuka akses wilayah terpencil.

Kapolda juga mengapresiasi satuan yang aktif memanfaatkan platform digital dalam publikasi kegiatan. Ia mendorong keterbukaan informasi guna meningkatkan kepercayaan publik.

“Integritas adalah fondasi utama dan evaluasi ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan Polri kepada masyarakat,” tuturnya.

Polda Sumsel menegaskan evaluasi ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Upaya ini juga bertujuan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....