BPBD Sumsel Petakan Dua Belas Daerah Rawan Karhutla 2026

  • 10 Apr 2026 07:59 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan memetakan sebanyak 12 kabupaten dan kota yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau 2026. Wilayah-wilayah tersebut menjadi prioritas penanganan karena berpotensi mengalami kebakaran dengan luasan cukup signifikan.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan, daerah-daerah tersebut selama ini memang kerap menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. Hal ini disebabkan kondisi geografis serta karakteristik lahannya yang rentan terbakar.

Adapun 12 daerah rawan karhutla tersebut meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Lahat. Selain itu, terdapat juga Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU, Ogan Ilir, serta OKU Selatan.

Sejumlah wilayah seperti OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, dan PALI menjadi prioritas utama. Wilayah tersebut memiliki kawasan gambut yang luas sehingga berisiko tinggi terhadap terjadinya kebakaran.

Kebakaran di lahan gambut dinilai lebih sulit dipadamkan dibandingkan lahan biasa. Hal ini karena api dapat menyebar di bawah permukaan tanah sehingga membutuhkan penanganan yang lebih intensif.

"Rencananya di tanggal 22, apel ini akan dilaksanakan apel Gelar Pasukan Personil dan Peralatan. Siap persiagaan menghadapi puncak di musim kemarau di tahun 2026.," ujar Sudirman, Rabu, 8 April 2026.

Dalam menghadapi potensi karhutla tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya dengan menggelar apel siaga karhutla pada 22 April 2026 di Griya Agung Palembang.

Apel siaga tersebut direncanakan akan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Selain itu, pemerintah juga akan menetapkan status siaga darurat serta membentuk posko penanganan di sejumlah wilayah rawan.

Upaya lain yang dilakukan adalah pengajuan dukungan operasi modifikasi cuaca dan bantuan helikopter pemadam. BPBD Sumsel juga memperkuat deteksi dini, patroli terpadu, serta pemantauan titik panas secara berkala, dan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....