Riau Tuan Rumah Forum Internasional Integrasi Sawit Sapi

  • 08 Apr 2026 16:25 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Provinsi Riau kembali dipercaya menjadi tuan rumah forum ilmiah internasional melalui penyelenggaraan The 3rd Integrated Cattle and Oil Palm (ICOP) Conference 2026 yang digelar di Pekanbaru. Kegiatan ini menjadi ajang strategis mempertemukan peneliti, akademisi, pelaku industri, hingga pembuat kebijakan untuk membahas integrasi sektor perkebunan dan peternakan.

Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan kepercayaan menjadikan Riau sebagai tuan rumah forum global ini menunjukkan posisi penting daerah dalam pengembangan pertanian terpadu.

“Alhamdulillah kita dapat hadir di forum internasional yang sangat penting ini. Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, kami bersyukur daerah ini menjadi pusat pertemuan ilmiah strategis berskala global,” ujarnya saat pembukaan di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu 8 April 2026.

Menurutnya, Indonesia memiliki peran besar dalam industri kelapa sawit dunia, yang semakin diperkuat dengan posisi Riau sebagai daerah dengan luas perkebunan sawit terbesar di tanah air.

“Riau memiliki peran sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan, energi, dan ekonomi nasional karena luasnya perkebunan kelapa sawit,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Riau pada 2025 mencapai 4,79 persen, di mana sektor pertanian, khususnya kelapa sawit, menjadi salah satu penopang utama.

“Data menunjukkan sektor kelapa sawit menjadi tulang punggung ekonomi daerah, baik dari sisi hulu maupun hilir,” ungkapnya.

Selain sebagai komoditas unggulan, sektor sawit juga menjadi sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat Riau.

“Sawit bukan hanya komoditas, tetapi menjadi sumber kehidupan bagi jutaan masyarakat Riau yang bergantung pada sektor ini,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, Syahrial menekankan pentingnya transformasi sistem pengelolaan pertanian yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada keberlanjutan dan efisiensi.

Ia menilai konsep integrasi sapi dan kelapa sawit atau Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA) menjadi solusi strategis dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

“Ke depan, kita tidak cukup hanya mengandalkan produksi, tetapi harus menuju sistem yang berkelanjutan, efisien, dan bernilai tambah tinggi. Pendekatan integrasi ini menjadi sangat relevan,” ujarnya.

Melalui konferensi ini, diharapkan lahir berbagai rekomendasi kebijakan dan inovasi teknologi yang dapat diterapkan secara luas guna mendorong pembangunan pertanian yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....