KKP Dorong Penguatan Konservasi Penyu di Pesisir Belitung
- 07 Apr 2026 17:48 WIB
- Sungailiat
RRI CO.ID, Belitung - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menggelar sosialisasi strategi pengelolaan penyu. Kegiatan dimaksudkan guna memperkuat upaya perlindungan satwa laut dilindungi, khususnya di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil Kabupaten Belitung, Selasa 7 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Pemerintah Kabupaten Belitung itu menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, aparat desa pesisir, kelompok masyarakat, pelaku wisata, hingga pemerhati lingkungan. Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) Belitung.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Ditjen Pengelolaan Kelautan KKP RI, Sarminto Hadi, mengatakan konservasi penyu perlu dikelola secara kolaboratif karena menyangkut isu biodiversitas yang menjadi perhatian dunia.
"Dari tujuh spesies penyu di dunia, enam ada di Indonesia dan dua di antaranya ada di Belitung. Ini menjadi perhatian karena statusnya rentan terancam hingga terancam punah," kata Sarminto.
Sarminto menegaskan seluruh jenis penyu di Indonesia berstatus dilindungi sehingga pemanfaatan secara komersial tidak diperbolehkan. Namun, ia menyebut masih terdapat peluang ekonomi yang dapat dikembangkan melalui konsep konservasi untuk kesejahteraan, salah satunya melalui ekowisata yang sesuai aturan.
"Kalau dikelola dengan benar, ini bisa menjadi nilai tambah bagi Global Geopark. Tetapi kalau salah, justru bisa berdampak pada penilaian," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesamaan pemahaman antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat dalam praktik pengelolaan konservasi, terlebih menjelang proses evaluasi UGGp Belitung yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, Marzuki, menyampaikan bahwa pengelolaan penyu memiliki peran strategis dalam mendukung nilai universal kawasan geopark, tidak hanya dari sisi ekologi, tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan keanekaragaman hayati.
"Revalidasi UGGp Belitung bukan hanya tentang warisan geologi, tetapi juga komitmen menjaga biodiversitas, termasuk penyu. Pengelolaan penyu yang baik menjadi indikator penting dalam pengelolaan kawasan secara berkelanjutan," kata Marzuki.
Ia berharap dukungan lintas sektor terus diperkuat untuk menindaklanjuti rekomendasi UNESCO, sekaligus mendorong langkah konkret seperti pembangunan kawasan konservasi, penghentian perburuan telur penyu, serta pelepasliaran tukik secara konsisten.
Sosialisasi tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik KKP, Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, BKSDA Sumsel, serta Badan Pengelola Geopark Belitung, yang membahas arah kebijakan nasional hingga pengembangan ekowisata berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....