Sultan Ajak Terapkan Prinsip "Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku"

  • 07 Apr 2026 05:24 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Jajaran Pemkab Sleman menggelar syawalan bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X beserta Wakil Gubernur DIY Paku Alam X di Pendopo Parasamya Sleman, Senin, 6 April 2026.

Kegiatan syawalan ini juga diikuti oleh seluruh anggota OPD di lingkungan Pemkab Sleman. Seluruhnya kompak mengenakan pakaian batik dan mulai memadati kawasan Kantor Bupati sejak pagi. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai spiritual pasca Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Pada kesempatan ini, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama Ramadan tidak boleh berhenti seiring berakhirnya bulan suci tersebut. Dia mengajak seluruh hadirin untuk terus mengamalkan hikmah Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.

“Setiap embun hikmah yang telah kita peroleh selama sebulan menempuh ibadah puasa Ramadan hendaknya terus kita resapi dan amalkan,” kata Ngarsa Dalem, Senin, 6 April 2026.

Sultan turut mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di tengah perbedaan pandangan yang kerap muncul di masyarakat. Menurutnya, sikap bijak dan empatik harus dikedepankan agar harmoni sosial tetap terjaga.

Tak hanya itu, Ngarsa Dalem turut mengajak masyarakat untuk menjadikan bulan syawal ini sebagai kesempatan untuk menerapkan falsafah Jawa, yakni “Mulat sarira jumangkah jantraning laku” yang berarti mawas diri.

“Sudah selayaknya kita mampu berpikir jernih dan empatik karena bagi orang-orang yang arif, ia akan takut melanggar berbagai aturan dan norma yang ada,” ucap Sultan.

Kegiatan syawalan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, menjadi simbol kuatnya komitmen Pemkab Sleman dan Pemprov DIY dalam menjaga nilai kebersamaan, spiritualitas, dan kerukunan di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....