Pencarian Nelayan Hilang di Muara Opak Resmi Ditutup
- 03 Apr 2026 22:07 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Pencarian terhadap Yunanto (30), asal Muneng, Tirtohago, Kretek, Bantul, hari ini resmi dihentikan. Memasuki hari ketujuh, pencarian terhadap nelayan yang hilang saat menjaring ikan di muara Sungai Opak tersebut belum membuahkan hasil.
Kepala BASARNAS Yogyakarta, Rio Banupanitis menyatakan, operasi pencarian terhadap korban sudah dimulai sejak Sabtu, 28 Maret 2026. Berbagai metode pencarian dan upaya telah dilakukan oleh tim SAR gabungan.
“Mulai dari pencarian visual dengan penyisiran sepanjang uara Sungai Opak, penyisiran menggunakan perahu jukung, hingga pencarian menggunakan drone untuk pantauan dari udara,” ucapnya, Jumat 3 April 2026.
Selain itu petugas juga sudah memperluas area pencarian dan menyebar informasi kepada nelayan. Namun, tim SAR gabungan belum bisa menemukan korban hingga hari ini.
“Sesuai peraturan UU Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan ( SAR), operasi SAR dilaksanakan selama 7 hari. Dan apabila selama 7 hari pencarian korban belum ditemukan, operasi SAR akan ditutup secara resmi,” ujarnya.
Proses penutupan operasi SAR lanjur Rio, diawali dengan evaluasi tim SAR gabungan. Selanjutnya, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak keluarga dan perangkat kewilayahan setempat.
“Meskipun operasi SAR telah ditutup, kami akan terus berkoordinasi dengan semua unsur potensi SAR, nelayan, dan masyarakat sekitar lokasi kejadian. Apabila di kemudian hari muncul tanda-tanda korban, maka operasi SAR dapat dibuka kembali.
Sebelumnya, seorang nelayan dilaporkan hilang di muara Sungai Opak, Tirtohargo, Kretek, Bantul pada Sabtu, 28 Maret 2026. Hingga sore hari, upaya pencarian intensif terhadap korban masih terus dilakukan.
Humas BASARNAS Yogyakarta, Pipit Eriyanto menyatakan, identitas korban yakni Yunanto (30) yang merupakan warga Muneng, Tirtohargo. Sebelum dilaporkan hilang, korban sempat pamit untuk menjaring ikan.
“Sekitar pukul 02.00 WIB, korban pamit kepada keluarga untuk menjaring ikan di muara Sungai Opak,” ucapnya.
Namun hingga pukul 12.00 WIB, korban tak kunjung pulang ke rumah. Karena khawatir, pihak keluarga mencoba mencari keberadaan Yunanto di sekitar mangrove.
“Pencarian itu pun membuahkan hasil saat motor korban ditemukan dalam kondisi kunci setang yang masih menempel. Namun, korban tak ditemukan di sekitar lokasi,” katanya.
Selain itu, seorang saksi yakni Diman Gondrong (56), warga Potorono, Banguntapan, menemukan getek atau rakit kayu milik korban saat sedang mencari sampah sekitar pukul 05.00 WIB. Saat ditemukan, getek tersebut dalam keadaan terbalik dan rusak.
“Saksi lalu mengevakuasi getek tersebut ke tepian. Temuan ini memperkuat dugaan jika korban mengalami kecelakaan air dan tenggelam,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....