Jumat Agung, Umat Katolik di Tuban Gelar Visualisasi Jalan Salib

  • 03 Apr 2026 12:10 WIB
  •  Tuban
Poin Utama
  • Jumat Agung, Umat Katolik di Tuban Gelar
  • Jumat Agung

RRI.CO.ID, Tuban - Pada perayaan Jumat Agung, umat katolik di Kabupaten Tuban selenggarakan Visualisasi Jalan Salib dengan nuansa budaya Jawa, Jumat 3 April 2026 di Gereja Katolik Santo Petrus. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Paskah yang diikuti oleh umat dengan memerankan prosesi sengsara Yesus Kristus hingga penyaliban.

Ketua panitia, Vinancius Fentius Lace, menjelaskan bahwa visualisasi ini menjadi bentuk penghayatan iman sekaligus pengenangan atas perjalanan Yesus menuju penyaliban. “Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Paskah, di mana umat memvisualisasikan jalan salib sebagai bentuk mengenang proses Yesus hingga wafat di kayu salib,” ujarnya.

Ia menambahkan, prosesi tersebut menggambarkan perjalanan Yesus sejak dihadapkan kepada para imam hingga puncaknya pada perhentian ke-14, yakni saat penyaliban. Momen itu, menurutnya, menjadi peristiwa iman yang sangat penting bagi umat Katolik karena mencerminkan pengorbanan Yesus dalam menebus dosa umat manusia.

“Pesan utama dari visualisasi ini adalah mengajak umat untuk kembali mengingat bagaimana proses pengorbanan Yesus, mulai dari awal hingga akhirnya Ia merelakan diri demi menebus dosa manusia,” katanya.

Rangkaian perayaan Paskah sendiri telah dimulai sejak Minggu Palma, dilanjutkan dengan Kamis Putih, visualisasi Jalan Salib pada Jumat pagi, serta ibadat Jumat Agung yang dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 WIB. Selanjutnya, umat akan mengikuti Vigili Paskah pada Sabtu malam dan mencapai puncaknya pada perayaan Minggu Paskah.

Vinancius menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan sekitar satu bulan sebelumnya agar pelaksanaan berjalan lancar dan khidmat. Ia juga memastikan bahwa kegiatan serupa rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari tradisi umat Katolik.

Sementara itu, salah satu umat sekaligus asisten imam, Yani Kristianto, mengungkapkan bahwa penggunaan busana adat Jawa dalam visualisasi tersebut merupakan bentuk akulturasi budaya dengan tradisi Gereja Katolik.

“Biasanya kami menggunakan busana khas Yahudi, namun kali ini kami mengangkat unsur budaya lokal sebagai bentuk perpaduan iman dan budaya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....