Pasca Lebaran, Kasus Gangguan THT di Bengkalis Meningkat
- 02 Apr 2026 14:07 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis — Kasus gangguan telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) di Kabupaten Bengkalis cenderung meningkat pasca perayaan Idul Fitri. Kondisi ini dipicu oleh perubahan pola makan, kelelahan, serta kebiasaan mengonsumsi minuman dingin selama momen Lebaran.
Dokter spesialis THT RSUD Bengkalis, Ferryansyah, mengatakan bahwa keluhan yang paling banyak dialami masyarakat adalah radang tenggorokan, pilek, serta hidung tersumbat.
“Pasca Idul Fitri biasanya banyak pasien dengan keluhan radang tenggorokan, pilek, dan hidung tersumbat. Ini dipicu oleh konsumsi minuman dingin serta kondisi tubuh yang menurun karena kelelahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain faktor konsumsi makanan dan minuman, kondisi geografis Bengkalis yang dekat dengan laut juga memengaruhi kesehatan saluran pernapasan masyarakat.
Menurutnya, udara lembap, debu, serta paparan lingkungan dapat memicu alergi pada hidung dan tenggorokan. Meski demikian, kasus yang mengarah ke sinusitis sejauh ini masih tergolong rendah.
“Lingkungan juga berpengaruh, seperti udara dingin dan debu yang bisa memicu gangguan pada hidung dan tenggorokan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa perubahan pola hidup setelah bulan puasa juga menjadi faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan. Selama Ramadan, pola makan cenderung lebih teratur, sementara saat Lebaran konsumsi makanan dan minuman menjadi lebih bebas.
Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh setelah Lebaran dengan mengatur pola makan, mengurangi konsumsi minuman dingin dan manis, serta mencukupi waktu istirahat.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, diharapkan kasus gangguan THT dapat diminimalisir dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....