Kunjungan Wisata Bengkulu Meningkat saat Lebaran 2026
- 01 Apr 2026 07:37 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya pengelolaan destinasi wisata selama masa libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Berdasarkan peninjauan di lapangan hingga libur usai, kunjungan wisatawan ke Kota Bengkulu terpantau ramai dan memadati sejumlah kawasan wisata.
Menurut Nina, lonjakan kunjungan ini menjadi indikator bahwa Pulau Sumatra kini memiliki salah satu destinasi yang semakin kompetitif, dengan Bengkulu sebagai tujuan utama yang kian diminati. Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari lokal, tetapi juga didominasi oleh pengunjung dari luar daerah yang sengaja menghabiskan waktu libur bersama keluarga di Bengkulu.
Destinasi unggulan Pantai Panjang tetap menjadi magnet utama. Penataan kawasan yang lebih bersih dan aman dinilai berhasil meningkatkan kenyamanan wisatawan.
“Kami menerima banyak respons positif dari pengunjung yang merasa puas dengan wajah baru Pantai Panjang. Kebersihan dan keamanan menjadi fokus utama kami agar wisatawan benar-benar merasa nyaman selama berlibur,” ujar Nina.
| Baca juga: Bunda PAUD Kota Bengkulu Pantau MPLS |
Selain wisata alam, daya tarik baru yang mencuri perhatian adalah Belungguk Point. Kawasan pedestrian yang diresmikan pada akhir 2025 ini menjelma menjadi pusat keramaian baru di jantung kota dan kerap dijuluki sebagai “Malioboro-nya Bengkulu”.
Belungguk Point menawarkan suasana modern dengan sentuhan kearifan lokal. Menjadikannya lokasi favorit untuk bersantai, menikmati kuliner UMKM, hingga berfoto di bawah gemerlap lampu hias pada malam hari.
Selain dua ikon tersebut, sejumlah destinasi lain juga mengalami lonjakan kunjungan, di antaranya Benteng Marlborough, Rumah Pengasingan Bung Karno, Pantai Zakat, Pantai Berkas, hingga Danau Dendam Tak Sudah. Guna menjaga kenyamanan serta mencegah praktik “getok harga”, Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pariwisata telah memasang spanduk Standar Harga Resmi atau Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk sejumlah komoditas kuliner di kawasan wisata.
Langkah ini dinilai efektif menciptakan rasa aman bagi wisatawan sekaligus menjaga citra pariwisata daerah. Nina berharap tren positif ini mampu memberikan dampak ekonomi berganda (multiplier effect) bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM, sektor perhotelan, hingga jasa transportasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....