Insiden Teras Malioboro, Pemda DIY Minta Maaf, Bakal Bertanggung Jawab
- 31 Mar 2026 17:39 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta — Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui UPT Balai Layanan Usaha Terpadu (BLUT) KUMKM DIY menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat, terutama kepada korban dan keluarga, atas insiden teknis yang terjadi di kawasan Teras Malioboro pada Senin pagi, 30 Maret 2026. Permintaan maaf ini menjadi bentuk empati sekaligus tanggung jawab pengelola atas kejadian tersebut.
Kepala BLUT KUMKM DIY, Wisnu Hermawan, menegaskan bahwa meskipun insiden diduga terjadi karena faktor teknis di luar kendali, pihaknya tetap bertanggung jawab terhadap keselamatan di area yang dikelola.
“Kami menyampaikan permohonan maaf setulus-tulusnya kepada masyarakat, khususnya para korban dan keluarga. Ini menjadi perhatian serius bagi kami untuk memastikan penanganan cepat dan tepat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa insiden dipicu oleh letupan dari instalasi Saluran Air Limbah (SAL) di kawasan Teras Malioboro. Setelah kejadian, tenant bersama tim keamanan segera melakukan evakuasi serta memberikan pertolongan pertama sesuai prosedur.
Tiga pengunjung yang terdampak langsung segera dibawa ke RSUP Dr. Sardjito untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, para korban mengalami luka bakar epidermal ringan dengan luas luka sekitar 2 hingga 5 persen. Kondisi mereka saat ini stabil dan telah diperbolehkan menjalani rawat jalan. Pemda DIY menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus memastikan pendampingan terus diberikan kepada para korban.
“Sebagai wujud tanggung jawab, seluruh biaya pengobatan dan perawatan korban ditanggung sepenuhnya oleh BLUT KUMKM DIY. Kami selaku pengelola juga terus berkoordinasi intensif dengan keluarga korban untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal, baik dari sisi medis maupun dukungan lainnya,” kata Wisnu.
Sebagai langkah pencegahan, Pemda DIY bersama pihak terkait kini melakukan investigasi menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Pemeriksaan ulang terhadap seluruh sistem SAL juga dilakukan, termasuk peningkatan pengawasan di titik-titik yang dianggap rawan.
Wisnu menambahkan bahwa perawatan fasilitas, termasuk sistem SAL, selama ini telah dilakukan secara rutin, bahkan perawatan besar telah dilakukan pada akhir 2025. Meski demikian, evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) tetap dilakukan untuk memperkuat sistem keamanan.
Saat ini, kondisi di kawasan Teras Malioboro telah kembali kondusif berkat respons cepat petugas. Aktivitas perdagangan berjalan normal dan kawasan dinyatakan aman bagi pengunjung.
“Kami memastikan seluruh prosedur pengelolaan dan pemeliharaan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami, selaku pengelola Teras Malioboro, berkomitmen untuk terus menjaga keamanan, kenyamanan, dan kebersihan kawasan bagi tenant dan wisatawan, serta mewujudkan Teras Malioboro sebagai destinasi wisata belanja Jogja yang unggul dan representatif,” kata Wisnu.
Ke depan, Pemda DIY menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan kepercayaan publik. Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa pengelolaan ruang publik harus selalu disertai kewaspadaan tinggi, evaluasi berkelanjutan, serta prioritas pada keselamatan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....