Libur Lebaran, Volume Sampah di Pandeglang Tembus 67,3 Ton

  • 30 Mar 2026 16:27 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang mencatat lonjakan drastis volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol mencapai 67,3 ton pada puncak libur Idulfitri 1447 Hijriah. Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 15 persen dibandingkan hari biasa yang rata-rata hanya berada di kisaran 52,4 ton per hari. Peningkatan timbulan sampah ini dipicu oleh tingginya aktivitas konsumsi masyarakat serta masifnya pergerakan wisatawan di berbagai destinasi unggulan.

Sekretaris DLH Kabupaten Pandeglang, Winarno, mengungkapkan titik penyumbang sampah paling signifikan berada di kawasan wisata pesisir seperti Pantai Carita, hingga Labuan. Selain area wisata, pusat perkotaan seperti Alun-alun Pandeglang dan sejumlah pasar tradisional juga diyakininya menjadi titik panas penumpukan sampah. Adapun jenis sampah yang mendominasi sebagian besar adalah limbah rumah tangga serta kemasan plastik sisa konsumsi para pelancong.

"Volume sampah yang ditimbang pada TPA Bangkonol di puncak lebaran ini mencapai 67,3 ton, meningkat sekitar 15 persen dari hari sebelumnya. Titik yang mengalami lonjakan paling tinggi berada di tempat wisata pantai Carita, Labuan, pusat perkotaan, dan pasar," ujar Winarno, Senin 30 Maret 2026.

Guna menangani lonjakan tersebut, Winarno mengatakan DLH telah membentuk tim khusus yang bersiaga penuh sejak masa Ramadan hingga pasca-lebaran di titik-titik dominan. Pihak pengelola destinasi wisata juga diinstruksikannya untuk menyediakan sarana bak sampah terpilah guna mempercepat proses evakuasi limbah. Meski beban kerja meningkat, menurutnya sistem pengelolaan diklaim tetap berjalan terkendali dengan memaksimalkan seluruh armada pengangkut yang tersedia di setiap zona layanan.

Terkait kendala di lapangan, Ia menyebut petugas kebersihan menghadapi hambatan berupa kepadatan arus lalu lintas di jalur-jalur wisata yang mengakibatkan waktu tempuh armada menuju TPA menjadi lebih lama. Kendati demikian, personel di bawah komando DLH tetap disiagakan untuk memastikan tidak ada penumpukan sampah yang berkepanjangan di ruang publik.

Hal ini dilakukan DLH demi menjaga estetika kota dan kenyamanan wisatawan yang masih menghabiskan waktu libur di Pandeglang. "Strategi kami adalah membentuk tim khusus dan menghimbau pengelola wisata menyediakan bak sampah terpilah. Kendala yang kami hadapi hanya lalu lintas yang padat sehingga waktu tempuh armada pengangkut menjadi lebih lama menuju TPA," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....