Pemerintah Serahkan 120 Huntap Tahap I Bagi Korban Bencana di Tapanuli Selatan

  • 28 Mar 2026 12:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menyerahkan 120 unit hunian tetap tahap pertama bagi korban bencana di Tapanuli Selatan
  • Pembangunan huntap dipercepat melalui kolaborasi pusat, daerah, dan pemangku kepentingan

RRI.CO.ID, Tapanuli Selatan — Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Sebanyak 120 unit huntap tahap pertama telah diserahkan kepada masyarakat terdampak bencana tersebut.

Penyerahan kunci huntap ini sebagai bagian dari rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dilakukan pada Jumat, 27 Maret 2026. Program ini juga merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan pembangunan hunian dilakukan cepat dengan kualitas yang tetap terjaga. Ia memastikan masyarakat terdampak dapat segera menempati rumah yang layak, aman, dan nyaman untuk ditinggali.

“Kementerian PKP hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak bencana dapat segera memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman. Pembangunan hunian tetap ini kami percepat melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Menteri Ara dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut percepatan pembangunan hunian di Tapanuli Selatan menjadi salah satu yang tercepat. Menurutnya, hal ini didukung koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait di lapangan.

“Ini termasuk gotong royong tercepat dalam penanganan pascabencana. Prosesnya sangat cepat karena koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terlibat,” ujar Tito.

Tito menilai percepatan pembangunan tersebut tidak terlepas dari kesiapan data korban berbasis nama dan alamat. Data tersebut telah diverifikasi di lapangan dan menjadi dasar utama dalam pembangunan hunian serta penyaluran bantuan.

Selain pembangunan hunian tetap, pemerintah juga memberikan berbagai bantuan bagi masyarakat selama masa pemulihan berlangsung. Bantuan tersebut meliputi dana tunggu hunian (DTH) sebesar RP1,8 juta selama tiga bulan.

Selain itu juga ada bantuan jaminan hidup dari Kementerian Sosial (Kemensos) sebesar Rp15.000 per orang utuk satu hari. Kemudian korban juga mendapatkan perabot rumah tangga senilai Rp3 juta, serta stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta.

Pemerintah berharap dengan percepatan pembangunan hunian tetap ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang terdampak bencana. Langkah ini juga diharapkan mampu mempercepat pemulihan serta mengembalikan aktivitas masyarakat secara normal di wilayah terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....