Kembali ke Fitrah, Maknai Kemenangan Sejati

  • 27 Mar 2026 14:19 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Idul Fitri kembali dimaknai sebagai momentum spiritual untuk kembali kepada fitrah, bukan sekadar perayaan seremonial. Hal ini disampaikan Ustaz Satrio dalam program Mutiara Pagi Berjaringan Pro 1, Jumat, 27 Maret 2026.

Suasana hari raya disebut bukan hanya tentang kebahagiaan lahiriah, tetapi juga refleksi batin yang mendalam. Menurutnya, banyak orang masih memaknai kemenangan sebatas kemeriahan dan tradisi tahunan.

“Hari kemenangan bukan sekadar gema takbir, tapi sebagai titik evaluasi diri setelah menjalani Ramadan”, ujar Ustaz Satrio.

Ia menjelaskan bahwa hati menjadi pusat kehidupan manusia yang menentukan arah perilaku. Ketika hati bersih, maka seluruh tindakan juga akan mencerminkan kebaikan.

Momentum Idul Fitri pun dinilai sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak istighfar dan taubat. Penyucian diri tidak cukup secara fisik, tetapi juga harus menyentuh batin.

“Jika tubuhmu telah engkau basuh dengan air, maka basuhlah hatimu dengan istighfar,” ucapnya.

Idul Fitri menjadi awal perjalanan baru untuk memperbaiki diri secara menyeluruh. Perubahan tersebut diharapkan terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....