BMKG Sebut Fenomena Pink Moon Tak Terlalu Berdampak Wilayah Babel
- 27 Mar 2026 13:44 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Fenomena Pink Moon yang diprediksi akan terjadi pada Kamis, 2 April 2026 dipastikan tidak terlalu memberikan dampak signifikan di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini disampaikan oleh Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kantor Stasiun Meteorologi Depati Amir, Annisa Fatika Sari.
Pink Moon merupakan istilah untuk bulan purnama yang muncul pada April, dan warnanya yang disebut “pink” tidak terlalu berpengaruh pada kondisi cuaca maupun lingkungan.
“Dari Prediksi Pasut yang dikeluarkan Pushidrosol tinggi pasang saat terjadinya Bulan Purnama Pink Moon tidak terlalu signifikan untuk menyebabkan Banjir Rob,” ujar Annisa, Jumat, 27 Maret 2026.
Namun dia menyebut, fenomena tersebut dapat mempengaruhi pasang surut air laut yang diperkirakan tertinggi pada angka 2,7 meter.
BMKG juga menekankan bahwa fenomena bulan purnama dapat diamati dengan jelas dari seluruh wilayah Bangka Belitung, terutama pada malam hari ketika cuaca cerah.
Pihaknya tetap memberikan himbauan kepada nelayan dan masyarakat yang melakukan aktivitas di laut sebagai pencegahan dan antisipasi dini.
“Fenomena pink moon ini sudah merebak di media sosial, hanya saja berbeda waktu, yang beredar di medsos tanggal 1 April, tapi kita perlu waspada, terutama saat berwisata ke pantai,” ujar warga Sungailiat Ria.
Biasanya pasang surut air laut akan mempengaruhi wilayah perairan laut Bangka sehingga perlu diwaspadai terutama bagi wisatawan pantai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....