Masjid Sunan Kalijaga Gelar Salat Eid, Khatib Tekankan Kecerdasan menuju Takwa

  • 21 Mar 2026 10:35 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Seiring dengan penetapan pemerintah bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026, Laboratorium Agama Masjid Sunan Kalijaga menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam kesempatan tersebut pihaknya mengusung tema Memulihkan Martabat Manusia, Menghapus Sifat Tercela, Meraih Takwa.

Bertindak sebagai khatib, Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Prof. Makhrus Munajat, mengajak jamaah untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.

Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa Idul Fitri merupakan momentum kembali kepada fitrah, setelah sebulan penuh umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadan yang disempurnakan dengan zakat fitri dan salat Eid berjamaah.

“Pada hari ini Allah SWT mengampuni dosa-dosa hamba-Nya. Dan Allah mengijabahi segala permintaan atau doa-doa hamba-Nya. Dan Allah melihat kita semua yang hadir di sini dengan penuh kasih dan saying,” ujar Prof. Makhrus Munajat dalam khutbahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan ajang memperbanyak amal saleh seperti salat, sedekah, serta memperbanyak zikir, takbir, tahmid, dan tahlil. Lebih lanjut, Prof. Makhrus menjelaskan bahwa orang bertakwa memiliki empat kecerdasan utama, yakni kecerdasan finansial, emosional, sosial, dan spiritual.

Kecerdasan finansial tercermin dari kemampuan bersedekah dan mengelola harta di jalan Allah. Sementara kecerdasan emosional ditunjukkan dengan kemampuan menahan amarah dan hawa nafsu.

"Yang bisa masuk surga orang yang bertakwa adalah orang-orang yang cerdas dalam memanage masalah ekonomi dan keuangan. Yaitu orang-orang yang mampu menyedekahkan hartanya karena Allah SWT," ujarnya.

Ia menilai sifat tersebut kadang-kala akan terhalang oleh sifat-sifat tercela manusia yakni manusia yang kikir dan pelit. Maka sifat tersebut harus dibakar oleh sikap dan perbuatan yakni puasa.

Selain itu, kecerdasan sosial diwujudkan melalui sikap saling memaafkan dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW yang penuh kasih sayang. Adapun kecerdasan spiritual ditandai dengan kesadaran untuk segera memohon ampun kepada Allah ketika berbuat kesalahan.

“Ketika dia berbuat salah dan zalim dia langsung mohon ampun kepada Allah, karena tidak ada yang bisa memberikan ampunan kecuali Allah Subhanahu Wa Taala,” ucapnya.

Di akhir khutbah, ia berharap seluruh amal ibadah jamaah selama Ramadan diterima oleh Allah SWT serta menjadikan umat Islam kembali dalam keadaan suci. Ia juga memohon agar Allah SWT menjadikan umat-Nya sebagai hamba yang faiz, yakni mampu meraih kemenangan dalam melawan hawa nafsu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....