OJK, Polda, dan Pemkab OKI Edukasi Warga Cegah Penipuan Siber

  • 16 Mar 2026 06:33 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, OKI - Maraknya penipuan digital mendorong pemerintah dan aparat meningkatkan literasi keamanan siber masyarakat. Edukasi tersebut dilakukan melalui gerakan anti-scam di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir bersama Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Selatan dan Polda Sumsel menggelar edukasi pencegahan kejahatan siber. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Bende Seguguk II Setda OKI, Kamis 12 Maret 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan digital. Modus tersebut kian marak seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Edukasi tersebut diikuti admin media sosial organisasi perangkat daerah, konten kreator, mahasiswa, media massa, serta masyarakat umum. Peserta diharapkan mampu menyebarluaskan informasi keamanan digital kepada masyarakat.

Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Sumatera Selatan Asnawati mengatakan perkembangan teknologi digital membawa manfaat sekaligus risiko. Kemajuan teknologi juga membuka peluang terjadinya berbagai kejahatan siber.

Menurutnya salah satu kejahatan yang sering terjadi adalah penipuan berbasis digital atau scam. Modus yang digunakan antara lain tautan palsu, penyalahgunaan data pribadi, hingga penipuan transaksi keuangan.

“Perkembangan teknologi informasi membuka peluang terjadinya penipuan berbasis digital atau scam. Karena itu OJK menghadirkan Indonesia Anti-Scam Center untuk membantu korban penipuan transaksi keuangan digital,” ujarnya.

Asnawati mengungkapkan Sumatera Selatan saat ini masuk delapan besar daerah dengan pengaduan kasus penipuan siber. Bahkan Kabupaten Ogan Komering Ilir berada pada peringkat kedua tertinggi di provinsi tersebut.

Karena itu masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan digital. Warga juga diimbau tidak sembarangan mengklik tautan mencurigakan atau mengunduh aplikasi dari sumber tidak jelas.

Panit 3 Subdit 5 Kamsus Dit Intelkam Polda Sumsel Ipda Bobby Permana mengapresiasi kolaborasi OJK dan Pemerintah Kabupaten OKI. Ia menilai edukasi anti-scam penting karena modus penipuan digital terus berkembang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada OJK dan Pemkab OKI yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Edukasi anti-scam sangat penting karena berbagai modus penipuan digital terus berkembang,” tuturnya.

Mewakili Bupati OKI, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika OKI Adi Yanto berharap peserta menyebarluaskan informasi keamanan digital. Ia menilai peningkatan literasi digital dapat mencegah masyarakat menjadi korban penipuan.

“Kami berharap para admin media sosial, konten kreator, mahasiswa, dan peserta lainnya ikut menyebarluaskan edukasi ini. Dengan meningkatnya literasi keamanan digital, masyarakat akan semakin waspada,” katanya.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....