Permintaan Meningkat, Ririens Food Siapkan Ratusan Paket Parsel & Hampers
- 07 Mar 2026 02:34 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas di dapur produksi milik Rini Eko Setyani di Kota Jayapura mulai terlihat lebih sibuk dari biasanya. Aroma kue kering berbahan dasar sagu memenuhi ruangan, sementara sejumlah paket parsel dan hampers perlahan disusun rapi untuk memenuhi pesanan pelanggan.
Rini, pemilik usaha produksi aneka makanan olahan berbahan dasar sagu dengan merek “Ririens Food” mengaku telah menyiapkan sekitar 500 paket parsel dan hampers untuk menyambut momen Lebaran tahun ini. Jumlah tersebut dipersiapkan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi yang dinilai masih belum sepenuhnya stabil.
“Awalnya kami menyiapkan sekitar 500 paket parsel dan hampers. Tapi sekarang sudah sekitar 40 persen yang dibooking,” kata Rini Eko Setyani, Jumat (06/03/2026).
Menurutnya, paket yang ditawarkan cukup beragam. Mulai dari hampers kecil berisi dua toples kue kering hingga parsel berukuran besar yang dipadukan dengan berbagai perlengkapan rumah tangga berbahan keramik.
Rini menjelaskan, isi parsel biasanya disesuaikan dengan permintaan pelanggan. Selain kue kering sagu yang menjadi produk andalan, beberapa paket juga dilengkapi piring, cangkir, dan peralatan makan lainnya.
“Parsel yang paling banyak diminati sekarang itu parsel campuran, antara kue kering dengan keramik seperti piring dan cangkir,” ujarnya.

Harga yang ditawarkan juga bervariasi, tergantung isi dan permintaan pelanggan. Untuk paket parsel dan hampers, harganya berkisar antara Rp235 ribu hingga Rp2,5 juta per paket.
Sementara untuk kue kering yang dijual terpisah, harga per toples dibanderol mulai dari Rp85 ribu hingga Rp160 ribu.
Menariknya, Rini melihat adanya perubahan tren permintaan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu banyak pelanggan memilih hampers dengan harga lebih terjangkau, tahun ini justru parsel dengan nilai lebih tinggi yang paling banyak diminati.
“Kalau tahun kemarin banyak yang pilih hampers dengan harga di bawah. Tapi tahun ini justru parsel yang harganya di atas Rp500 ribuan yang paling banyak peminatnya,” katanya.
Untuk mendukung kebutuhan Lebaran, Rini menyiapkan sekitar 2.000 toples kue kering dengan berbagai ukuran, mulai dari 300 hingga 750 mililiter. Sebagian besar produk tersebut berbahan dasar sagu yang menjadi ciri khas usahanya.
Meski permintaan cukup tinggi, usaha ini masih dijalankan bersama lima orang pekerja yang merupakan warga di sekitar tempat produksi.
“Saat ini masih cukup ditangani lima orang tenaga kerja, semuanya warga sekitar,” ujar Rini.
Sebagian besar pesanan parsel datang dari kalangan instansi, seperti korporasi, yayasan, dan lembaga. Sementara pembelian dari pelanggan perorangan masih relatif sedikit.
Untuk promosi, Rini memanfaatkan media sosial sebagai sarana memperkenalkan produknya kepada masyarakat. Namun, pemanfaatannya masih sebatas untuk meningkatkan kesadaran merek dan belum sepenuhnya difokuskan pada penjualan daring.
Dengan meningkatnya permintaan menjelang Lebaran tahun ini, Rini berharap usaha berbasis olahan sagu yang dirintisnya dapat terus berkembang sekaligus memperkenalkan kekayaan pangan lokal Papua kepada masyarakat yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....