Puting Beliung Terjang 7 Kecamatan di Karanganyar, Puluhan Rumah Rusak

  • 04 Mar 2026 19:22 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Bencana angin puting beliung menerjang sedikitnya tujuh kecamatan di Kabupaten Karanganyar pada Rabu sore 4 Maret 2026. Hingga pukul 18.55 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar mencatat sebanyak 71 rumah warga mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang, serta belasan titik jalan terhambat akibat pohon yang melintang.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, melaporkan cuaca ekstrem ini mulai terjadi sekitar pukul 16.20 WIB. Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Karanganyar, Jumantono, Ngargoyoso, Karangpandan, Jatiyoso, Tawangmangu, dan Matesih. Selain rumah tinggal, satu unit truk milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karanganyar juga dilaporkan ringsek tertimpa pohon.

“Kami laporkan untuk kejadian puting beliung sore hari ini tadi sekitar pukul 16.20 WIB. Untuk pohon tumbang yang menimpa rumah jumlahnya sekitar 71 yang masuk data BPBD sampai pukul 18.55 WIB. Kemudian pohon tumbang yang melintang di jalan sebanyak 16 titik, mayoritas di wilayah Kecamatan Karanganyar,” ujar Hendro.

Dampak angin kencang ini juga mengakibatkan jatuhnya korban luka. Tercatat dua warga dari Desa Bangsri, Kecamatan Karangpandan, harus dilarikan ke fasilitas kesehatan. Satu korban sempat mendapatkan penanganan di Puskesmas Karangpandan namun sudah diperbolehkan pulang, sementara satu korban lainnya harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kabupaten Karanganyar.

“Untuk korban itu warga dari Desa Bangsri, Kecamatan Karangpandan ada dua orang. Satu sempat dibawa ke Puskesmas tapi sudah pulang, dan satu lagi saat ini dirawat di RSUD Kabupaten Karanganyar. Termasuk ada satu pohon tumbang menimpa truk operasional milik kantor DLH Karanganyar,” kata Hendro.

Adapun, tim gabungan dari BPBD, relawan, dan instansi terkait masih terus melakukan upaya eksklusi atau evakuasi pohon tumbang yang melintang di jalan protokol maupun yang menimpa pemukiman. BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah lereng Lawu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....