Dinas PKH Riau Waspadai Ancaman Virus Nipah

  • 04 Mar 2026 15:20 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Virus Nipah, penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia dengan tingkat kematian yang tinggi.

Kepala Dinas PKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, menjelaskan Virus Nipah memiliki beberapa jalur penularan yang perlu dipahami masyarakat agar risiko penyebarannya dapat ditekan.

Menurutnya, penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi seperti kelelawar buah dan babi. Kelelawar buah diketahui sebagai reservoir alami virus, sedangkan babi kerap menjadi hewan perantara yang meningkatkan risiko penularan ke manusia, terutama melalui paparan darah, urin, atau air liur hewan yang terinfeksi.

Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, seperti nira mentah maupun buah yang terpapar cairan kelelawar. Virus ini bahkan dapat menyebar antar manusia melalui kontak erat, terutama lewat droplet atau cairan tubuh penderita.

Mimi menambahkan, sejumlah wabah di berbagai negara menunjukkan pola penularan yang berbeda. Di Bangladesh dan India, wabah terjadi tanpa keterlibatan hewan peliharaan sebagai perantara. Sementara di Malaysia, Singapura pada 1998–1999, serta Filipina pada 2014, babi menjadi perantara sebelum virus menyebar ke manusia.

“Secara medis, hingga saat ini belum tersedia pengobatan spesifik untuk Virus Nipah. Penanganan yang diberikan masih bersifat suportif, yakni meredakan gejala seperti demam, gangguan pernapasan, hingga radang otak atau ensefalitis. Pada kasus berat, pasien memerlukan perawatan intensif,” ujarnya, Rabu 4 Februari 2026.

Ia juga menyebutkan pengembangan vaksin masih dalam tahap penelitian dan uji klinis, sehingga belum dapat digunakan secara luas oleh masyarakat.

Karena belum adanya terapi khusus, pencegahan dinilai sebagai langkah paling efektif. Masyarakat diimbau menghindari kontak langsung dengan kelelawar dan babi, tidak mengonsumsi nira mentah, mencuci buah dan sayuran sebelum dimakan, serta memastikan daging dimasak hingga matang sempurna.

Selain itu, menjaga kebersihan tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang sakit sangat dianjurkan. Penggunaan alat pelindung diri saat membersihkan kandang atau kotoran hewan berisiko juga menjadi langkah penting dalam mencegah penularan.

Dinas PKH Riau berharap peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pola penularan Virus Nipah dapat menjadi upaya dini dalam mencegah potensi penyebaran penyakit tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....