Bogor Rayakan Keberagaman lewat BSF CGM 2026

  • 04 Mar 2026 08:20 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor — Puncak perayaan Bogor Street Festival Cap Go Meh 2026 pada Selasa, 3 Maret 2026, menegaskan citra Kota Bogor sebagai ruang hidup yang menjunjung toleransi dan keberagaman. Sepanjang Jalan Surya Kencana, ribuan warga tumpah ruah menyaksikan parade budaya yang memadukan tradisi Tionghoa dan kearifan lokal.

Sekitar 20 kelompok penampil ambil bagian dengan menghadirkan 12 barongsai, sanggar seni tradisional, marawis, serta ratusan pelaku UMKM yang meramaikan sisi jalan. Lampion berwarna-warni berpadu dengan tabuhan tambur, menciptakan suasana meriah yang menyatukan berbagai lapisan usia.

Rangkaian acara diawali dengan pembawaan Bendera Merah Putih oleh Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Bogor. Atraksi Liong Merah Putih sepanjang 50 meter kemudian melintas diiringi tim qasidah, Mojang Jajaka, Komunitas Lengser Ambu, drumband, hingga tarian dari sanggar-sanggar Sunda.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menyebut sejumlah kota di Indonesia dikenal dengan kemeriahan Cap Go Meh, namun yang terbesar dinilai berada di Singkawang dan Bogor. Ia menilai kekuatan utama Bogor terletak pada kolaborasi masyarakat, komunitas, dan pemerintah daerah yang terjalin konsisten dari tahun ke tahun.

“Nah, kalau bertahun-tahun Bogor istimewa karena kolaborasinya, tahun ini agak berbeda. Tidak hanya kolaborasinya, tetapi juga toleransinya, karena bertepatan dengan bulan Ramadan,” ujarnya.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan disesuaikan dengan suasana Ramadan, termasuk pelaksanaan setelah salat tarawih dan sentuhan nuansa Islami dalam pawai. Menurutnya, di tengah tantangan bangsa dan potensi perbedaan yang kerap muncul, kebersamaan harus menjadi benang yang menjahit keberagaman. Ia mengaku bangga melihat tradisi yang tetap terawat sekaligus mampu beradaptasi dengan momentum keagamaan yang sedang berlangsung.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan rasa syukur atas konsistensi penyelenggaraan yang telah memasuki edisi ke-24, dengan total 27 kali digelar meski sempat tertunda tiga kali.

“Ini merupakan bentuk komitmen masyarakat Bogor untuk menguatkan toleransi keberagaman dan mempererat silaturahmi antarumat beragama serta seluruh unsur masyarakat di Kota Bogor,” tutup Dedie.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....