Empat Golongan Manusia yang Dirindukan Surga
- 03 Mar 2026 15:15 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Keimanan merupakan fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim. Iman bukan sekadar keyakinan di dalam hati, melainkan harus terwujud dalam sikap, ucapan, dan perbuatan sehari-hari. Dalam berbagai kajian keislaman disebutkan bahwa ada golongan-golongan tertentu yang dirindukan oleh surga karena kualitas iman dan ketakwaannya kepada Allah SWT.
Pelaksana KUA Kecamatan Tayan Hulu Kantor Kemenag Sanggau, Laela Ulfa Sa’adah menyampaikan bahwa terdapat empat golongan manusia yang dirindukan surga karena kekuatan iman dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Keimanan yang kokoh tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual semata, tetapi juga tercermin dalam sikap hidup sehari-hari, kesabaran, serta komitmen menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
“Surga merindukan orang-orang yang memiliki keimanan yang kuat, yang istiqamah dalam ketaatan, serta mampu menjaga diri dari perbuatan maksiat,” kata Laela dalam obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Selasa 3 Maret 2026.
Laela menjelaskan, golongan pertama adalah orang yang senantiasa menjaga shalatnya karena shalat menjadi tiang agama dan bukti kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya. Golongan kedua adalah mereka yang gemar membaca dan mengamalkan Al-Qur’an karena bukan hanya dibaca, tetapi dijadikan pedoman hidup serta keimanan seseorang akan semakin kuat ketika nilai-nilai Al-Qur’an diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
| Baca juga: Asas Keimanan Hadapi Takdir Allah |
Ia menyebut, golongan ketiga ialah orang-orang yang menjaga lisan dan perilakunya dengan iman yang sejati tercermin dari akhlak yang baik, tidak menyakiti sesama, serta mampu menahan diri dari perkataan yang sia-sia maupun menyakitkan. Adapun golongan keempat adalah mereka yang memiliki kepedulian sosial tinggi, orang-orang yang gemar bersedekah, membantu sesama, dan ringan tangan dalam kebaikan termasuk golongan yang dirindukan surga dengan keimanan yang kuat akan melahirkan rasa empati dan semangat berbagi.
“Keimanan tidak cukup diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam amal nyata dan ketika iman tertanam kuat, maka perilaku serta kepedulian sosial akan mengikuti,” jelasnya.
Laela mengajak masyarakat menjadikan momen keagamaan sebagai sarana memperkuat iman dan memperbaiki diri. Dengan menjaga ibadah, akhlak, serta hubungan sosial, diharapkan umat Islam termasuk dalam golongan yang dirindukan surga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....