Cegah Perang Sarung, Polresta Surakarta Perkuat Kolaborasi

  • 27 Feb 2026 20:06 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Polresta Surakarta memperketat pengawasan wilayah guna mencegah aksi perang sarung yang kerap meresahkan masyarakat selama bulan Ramadan. Langkah sigap diambil dengan mengandalkan laporan cepat dari warga dan Bhabinkamtibmas melalui layanan 110, sehingga kerumunan pemuda yang terindikasi akan melakukan aksi tawuran dapat langsung dibubarkan sebelum kejadian pecah.

Wakapolresta Surakarta, AKBP Sigit, menegaskan personel Tim Sparta dikerahkan untuk bergerak cepat mengamankan para pelaku sebelum terjadi aksi saling lempar. Menurutnya, keberhasilan pencegahan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga perangkat kelurahan di seluruh wilayah hukum Surakarta.

"Laporan dari warga dan Babin langsung direspons sigap oleh Sparta. Begitu mereka berkumpul dan bergerombol, sudah dilaporkan dulu oleh warga sehingga sebelum terjadi perang sarung, sudah kita amankan duluan. Jadi bukan yang sudah lempar-lemparan," ujar AKBP Sigit, Jumat 27 Februari 2026.

AKBP Sigit juga mengimbau para orang tua dan tenaga pendidik untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak, terutama saat malam hari. Ia meminta agar para pelajar diarahkan untuk melakukan kegiatan positif seperti tarawih atau mengaji dibandingkan keluar malam tanpa tujuan yang bermanfaat bagi keselamatan mereka.

"Kami mengimbau kepada orang tua dan guru agar anak-anak tidak keluar malam yang tidak bermanfaat. Boleh keluar malam itu untuk tarawih atau ngaji. Mari kita jaga bersama agar wilayah hukum Solo tetap aman," ujar Wakapolresta.

Senada dengan hal tersebut, Walikota Surakarta, Respati Ardi, menyatakan pemerintah kota akan mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku perang sarung yang terdeteksi masuk ke wilayah Solo. Berdasarkan analisa sementara, sebagian besar pelaku berasal dari luar kota dan membawa senjata modifikasi yang sangat membahayakan keselamatan jiwa.

"Kita akan tindak tegas perang sarung. Kami analisa pelakunya banyak dari luar Solo. Perang sarung ini sangat berbahaya karena ada indikasi diisi batu dan lain-lain yang mengakibatkan luka hingga pengrusakan," kata Respati.

Walikota menambahkan, Pemkot Surakarta telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memberikan sanksi bagi pelajar yang terlibat. Tak hanya menyasar siswa, orang tua pelaku juga akan dipanggil secara resmi untuk menjalani pembinaan bersama pihak sekolah dan kepolisian guna memberikan efek jera.

"Kami sudah mengantongi informasi sekolah-sekolahnya. Kami akan menyanksi, tidak hanya anaknya tapi orang tuanya juga kita panggil untuk dibimbing secara bersama agar kejadian ini tidak terulang kembali," ujar Walikota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....