Masalah Energi dan Emas Picu Inflasi Tinggi di Sintang

  • 25 Feb 2026 22:09 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Sintang, Subendi, mengungkapkan terdapat lima komponen utama yang menjadi pemicu tingginya angka inflasi di Kabupaten Sintang. Menurutnya, sebagian faktor pendorong inflasi berada di luar kendali pemerintah kabupaten.

Subendi menjelaskan, faktor pertama yang memicu kenaikan inflasi adalah energi karena berakhirnya subsidi listrik pada tahun 2025. Sebelumnya, subsidi tersebut sempat membantu menekan beban biaya masyarakat. Namun, setelah subsidi dihentikan, dampaknya turut mendorong kenaikan inflasi.

“Subsidi listrik ini sebelumnya ada, sekarang sudah tidak ada lagi. Dampaknya tentu berpengaruh terhadap kenaikan inflasi, dan ini di luar kewenangan pemerintah daerah,” ujarnya saat Talkshow bersama RRI Sintang Rabu 25 Februari 2025.

Selain listrik, komoditas emas perhiasan juga menjadi penyumbang inflasi yang cukup signifikan. Ia menyebutkan, tingginya permintaan emas menjelang hari raya, yang sudah menjadi budaya masyarakat, turut memicu kenaikan harga.

“Menjelang hari raya apa pun, masyarakat cenderung membeli emas. Ini salah satu penyumbang atau trigger inflasi kita cukup tinggi,” jelasnya.

Tiga komoditas lainnya yang turut mendorong inflasi yakni bawang merah, ikan nila, serta beras kategori medium dan premium. Kenaikan harga pada komoditas-komoditas tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat.

Subendi menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pergerakan harga, khususnya pada lima komoditas tersebut, guna menekan laju inflasi di Kabupaten Sintang.

“Kami akan terus memantau perkembangan harga agar bisa menekan inflasi. Untuk listrik dan emas perhiasan memang agak di luar kendali pemerintah kabupaten, tetapi komoditas lainnya tetap menjadi fokus pengawasan kami,” tegasnya. (Din)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....