IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Tegaskan Identitas sebagai Kampus Melayu
- 25 Feb 2026 18:29 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – IAIN Datuk Laksemana Bengkalis menegaskan komitmennya membangun karakter mahasiswa melalui penguatan konsep “Kampus Melayu” sebagai identitas budaya akademik.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama Institusi, Dr. Haris Riadi, menjelaskan konsep Melayu yang dimaksud bukan dalam pengertian ras atau suku, melainkan sebagai budaya dan kultur yang ingin dibangun di lingkungan kampus.
“Konteks Melayu di sini bukan dalam pengertian ras ya, tapi dalam bentuk budaya, dalam bentuk kultur. Jadi kultur itu yang mau kita bangunkan,” ujarnya saat ditemui RRI, Selasa 24 Februari 2026.
Ia menegaskan, kampus tidak bermaksud mengunggulkan Melayu sebagai identitas kesukuan, melainkan menjadikan nilai-nilai budaya Melayu sebagai landasan pembentukan karakter mahasiswa.
“Bukan mengunggulkan Melayu sebagai RAS suku, bukan itu maksudnya, tapi budaya Melayu itu yang akan kita terapkan,” katanya.
Implementasi konsep tersebut mulai diwujudkan dalam berbagai kebijakan dan kebiasaan di lingkungan kampus. Salah satunya dengan mendorong mahasiswa mengenakan atribut budaya Melayu pada hari-hari tertentu.
“Sekarang ini sedang diupayakan pada hari-hari tertentu mahasiswa pakai tanjak dan berpakaian Melayu,” jelasnya.
Selain melalui simbol budaya, nilai-nilai Melayu seperti kesantunan, empati, amanah, dan keluhuran juga ditanamkan dalam aktivitas akademik dan organisasi kemahasiswaan.
Melalui penguatan kultur tersebut, kampus berharap mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat serta tetap berakar pada nilai budaya lokal di tengah perkembangan global.
Dengan pendekatan ini, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis ingin menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya mencetak lulusan cerdas, tetapi juga berkepribadian dan beretika.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....