Personel Satpol PP Kota Bengkulu Jalani Skrining HIV/AIDS
- 25 Feb 2026 14:21 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bengkulu mengikuti skrining atau tes HIV/AIDS usai apel pagi yang digelar di kantor Satpol PP Kota Bengkulu usai melaksanakan apel pagi, pada Rabu, 25 Februari 2026. Apel tersebut dipimpin langsung Kasat Pol PP, Sahat Marulitua Situmorang, dan turut dihadiri Staf Ahli Walikota Eddi Aprianto.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan kedisiplinan dan kehadiran anggota, sekaligus pemeriksaan kesehatan internal, termasuk skrining HIV/AIDS. Dalam arahannya, Sahat menegaskan bahwa anggota Satpol PP yang selama ini aktif memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya HIV/AIDS, serta mendampingi tenaga kesehatan saat skrining di lapangan, harus memastikan diri mereka bebas dari HIV maupun narkoba.
“Minggu ini kita cek HIV, minggu depan cek narkoba. Saya tidak mau ada anggota saya yang sampai terpapar virus HIV atau pengguna narkoba,” kata Sahat.
| Baca juga: Pemkot Bengkulu Bantu Korban Kebakaran |
Sahat juga menyinggung adanya laporan masyarakat terkait dugaan perbuatan tidak pantas yang dilakukan salah satu oknum anggota. Sahat mengaku sengaja mengumpulkan seluruh personel untuk memastikan kehadiran yang bersangkutan.
“Kalau yang bersangkutan tidak datang berarti benar apa yang dilaporkan warga. Nanti saya bisa mengambil tindakan,” ujarnya.
Dari hasil pengecekan, anggota yang dimaksud diketahui tidak hadir dalam apel pagi tersebut. Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah warga yang terpapar HIV di Kota Bengkulu tercatat sebanyak 1.216 orang.
Namun, angka tersebut tidak seluruhnya merupakan warga setempat, karena terdapat warga dari luar kota maupun luar provinsi yang menjalani tes skrining di rumah sakit yang ada di Kota Bengkulu. Usai apel, Sahat menjadi orang pertama yang menjalani tes HIV dan hasilnya dinyatakan negatif.
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan kepada pejabat struktural dan seluruh anggota secara bergiliran. Kegiatan ini bekerja sama dengan pihak puskesmas yang menghadirkan tenaga kesehatan ke lokasi.
Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bagi perangkat daerah lainnya dalam meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan. Serta pencegahan HIV dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja pemerintah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....