APERSI Bengkulu Targetkan 1.500 Unit Rumah Tahun Ini, Perizinan Jadi Kendala

  • 23 Feb 2026 18:09 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Provinsi Bengkulu, Asman, menargetkan pihaknya akan membangun sebanyak 1.500 unit rumah pada tahun 2026. Target tersebut merupakan akumulasi dari sejumlah proyek yang saat ini sedang berjalan di wilayah Provinsi Bengkulu.

Asman menjelaskan, pembangunan rumah subsidi saat ini masih difokuskan di wilayah perkotaan, meski di beberapa kabupaten juga tetap berjalan. Hal ini sebagai bagian mendukung program tiga juta rumah yang ditargetkan pemerintah pusat.

Namun, ia mengakui terdapat kendala serius terkait perizinan, khususnya di wilayah kota. Menurutnya, banyak pengajuan izin yang hingga kini masih tertahan atau belum diterbitkan oleh pemerintah daerah.

“Lahan sudah siap, semua analisa terkait tata ruang dan potensi banjir sudah dilakukan. Seluruh dokumen perizinan yang diperlukan juga sudah diajukan. Tapi sampai sekarang banyak yang masih di-pending,” ujar Asman, Senin 23 Februari 2026.

Ia menilai, tersendatnya perizinan berdampak langsung terhadap iklim usaha para pengembang. Beberapa anggota bahkan memilih menunda pembelian dan pengembangan lahan karena khawatir proses izin memakan waktu lama.

"Sebagian besar pengembang bekerja sama dengan perbankan sehingga harus segera memutar modal untuk menghindari beban bunga. Mandeg saja sekitar 1 bulan atau 2 bulan, keseluruhan kita sudah terganggu, artinya kita harus bayar bunga bank yang tidak berjalan," jelas Asman.

Selain itu, Asman juga menyoroti persoalan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang sebelumnya dikenal sebagai IMB. Untuk rumah subsidi, sesuai kebijakan pemerintah pusat, retribusi seharusnya nol rupiah. Namun di lapangan, masih ada pengembang yang dikenakan biaya karena kebijakan tersebut belum sepenuhnya diakomodasi di daerah.

“Kebijakan pusat seharusnya bisa diimplementasikan di daerah. Kalau perizinan terhambat, tentu target pembangunan, termasuk program 3 juta rumah, akan sulit tercapai,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 lalu realisasi pembangunan rumah oleh anggota APERSI Bengkulu diperkirakan mencapai sekitar 1.000 unit. Dengan target 1.500 unit tahun ini, APERSI berharap adanya dukungan dan kemudahan perizinan dari pemerintah daerah agar sektor perumahan tetap tumbuh dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan hunian layak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....