Kapolda Riau Hadiri Festival Perang Air di Meranti
- 17 Feb 2026 21:07 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Selatpanjang - Festival Cian Cui atau yang dikenal dengan tradisi “Perang Air” berlangsung meriah di Jalan Merdeka, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa, 17 Februari 2026. Tradisi tahunan masyarakat pesisir ini menjadi simbol kuat dalam merawat warisan leluhur sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga.
Festival yang digelar bertepatan dengan perayaan Imlek 2026 ini tidak hanya diikuti masyarakat keturunan Tionghoa, namun juga diramaikan berbagai elemen masyarakat lainnya. Warga tampak antusias mengikuti konvoi menggunakan becak motor di sepanjang jalan, sementara sebagian lainnya menunggu di pinggir jalan untuk turut serta dalam kemeriahan.
Suasana semakin semarak saat para peserta saling ‘menyiram’ air menggunakan ember dan pistol air. Percikan air yang membasahi jalanan menjadi lambang sukacita, kebersamaan, dan semangat persatuan di wilayah pesisir tersebut.
Kapolda Riau, Herry Heryawan, bersama Wakapolda Riau, Hengki Haryadi, turut hadir memeriahkan festival. Kehadiran jajaran Polda Riau menambah semangat kebersamaan antara aparat dan masyarakat.
“Festival Cian Cui merupakan gambaran nyata bagaimana tradisi mampu menyatukan masyarakat dalam harmoni yang selaras dengan alam serta semangat gotong royong,” ujarnya.
Ia juga menekankan menjaga kelestarian budaya tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga lingkungan, terutama mengingat letak geografis Desa Bokor yang dikelilingi ekosistem mangrove sebagai benteng alami pertahanan pesisir.
“Momentum ini mengingatkan kita bahwa menjaga budaya harus berjalan seiring dengan menjaga lingkungan. Keduanya adalah sumber kehidupan dan jati diri yang akan kita wariskan kepada generasi mendatang,” ujar Irjen Herry Heryawan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Riau turut menggelorakan semangat Green Policing, sebuah program yang menekankan peran kepolisian tidak hanya dalam menjaga keamanan secara konvensional, tetapi juga aktif dalam perlindungan ekosistem demi kesejahteraan masyarakat luas.
Melalui program tersebut, Polda Riau mengajak seluruh elemen masyarakat di Kepulauan Meranti untuk menjadi garda terdepan dalam merawat budaya lokal sekaligus melindungi kekayaan alam. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui sektor pariwisata budaya tanpa merusak ekosistem pesisir yang rentan.
“Melalui semangat Green Policing, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat budaya, melindungi alam, dan memperkuat kesejahteraan bersama. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kita: Melindungi Tuah, Menjaga Marwah,” imbuhnya.
Selain merayakan tradisi, kunjungan jajaran Polda Riau ke Desa Bokor juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan. Suasana kekeluargaan yang terjalin sepanjang festival menjadi fondasi penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah perbatasan Indonesia tersebut.
Festival Cian Cui tahun ini menjadi pengingat bahwa di balik percikan air yang membawa kegembiraan, tersimpan semangat besar untuk menjaga kedaulatan budaya dan kelestarian alam Meranti agar tetap lestari hingga generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....