Mahasiswa Unimal Luncurkan Pamflet Mitigasi Bencana di Desa Cot Trieng

  • 14 Feb 2026 01:05 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Mahasiswa Kelompok 54 KKN-PPM XXXVIII Tahun 2026 Universitas Malikussaleh melaksanakan program edukasi mitigasi bencana melalui pembuatan pamflet berjudul “Bertindak Sebelum Kejadian” di Gampong Cot Trieng, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, pada Sabtu, 14 Februari 2026. Program ini disusun sebagai respons atas pengalaman banjir yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2025, yang berdampak pada permukiman warga dan sejumlah fasilitas umum.

Pamflet tersebut secara khusus membahas dua potensi bencana yang relevan dengan kondisi lingkungan setempat, yakni banjir dan longsor. Informasi yang disajikan dirancang secara visual dan komunikatif agar mudah dipahami seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Pada bagian mitigasi banjir, pamflet menekankan beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara mandiri oleh warga. Pertama, membuang sampah pada tempatnya guna mencegah penyumbatan saluran air. Kedua, menjaga kebersihan daerah di sekitar aliran sungai agar tidak terjadi pendangkalan dan hambatan aliran. Ketiga, rutin membersihkan saluran pembuangan air hujan dari selokan rumah dan lingkungan sekitar. Keempat, membuat resapan air sebagai upaya meningkatkan daya serap tanah dan mengurangi limpasan air saat curah hujan tinggi.

Sementara itu, pada bagian mitigasi longsor, pamflet menguraikan pentingnya menjaga kestabilan tanah melalui penghijauan wilayah dengan menanam pohon. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak mendirikan bangunan di daerah lereng yang berisiko, tidak memotong tebing secara tegak lurus tanpa perkuatan struktur, serta menghindari penebangan pohon secara liar yang dapat mengurangi daya ikat tanah.

Penanggung jawab kegiatan, Alfarezi Saragih, menjelaskan bahwa isi pamflet disusun berdasarkan prinsip mitigasi berbasis masyarakat sebagaimana dianjurkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Menurutnya, langkah-langkah sederhana yang konsisten dilakukan warga dapat secara signifikan menurunkan potensi risiko bencana. Ia menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai sebelum bencana terjadi, bukan setelah dampak dirasakan.

Tegar Sanjaya menambahkan bahwa desain pamflet dibuat dengan pembagian dua bagian utama yaitu banjir dan longsor, agar masyarakat dapat langsung memahami jenis risiko dan tindakan yang relevan. Ia menyampaikan bahwa pendekatan visual dengan ilustrasi dipilih untuk memperkuat daya tarik serta mempermudah pemahaman pesan mitigasi.

Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Muhammad Fazil, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang menjadikan pengalaman pasca banjir 2025 sebagai dasar perencanaan program kerja. Ia menilai bahwa edukasi mitigasi merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan sosial dan lingkungan di tingkat gampong. Menurutnya, keterlibatan aktif mahasiswa dalam menyebarluaskan informasi preventif merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.

Melalui program “Bertindak Sebelum Kejadian”, Kelompok 54 KKN-PPM XXXVIII Universitas Malikussaleh berharap masyarakat Gampong Cot Trieng semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan serta menerapkan langkah-langkah mitigasi dalam kehidupan sehari-hari. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi dampak bencana di masa mendatang serta memperkuat kesiapsiagaan komunitas secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....