Gudang BSD Terbakar, 15 Ton Kimia Cemari Lingkungan
- 11 Feb 2026 15:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang - PT Biotek Sarana Tama, pemilik gudang pengolahan kimia pestisida di Taman Tekno, BSD, Kota Tangerang Selatan angkat bicara. Jumlah bahan kimia yang terbakar dalam gudang dan mencemari lingkungan sebanyak 10-15 ton.
"Kalo di dalam sekitar 10-15 ton. Seluruh bahan baku pestisida ludes terbakar, tapi gak cair semua ada juga yang padat, campur," ujar Manajer Operasional PT Biotek Sarana Tama, Lucky Hasan, Rabu 11 Februari 2026.
Lucky menyebutkan produk pestisida biasa dipakai pelanggan perusahaan jasa pembasmi hama (pest control) serangga seperti nyamuk, kecoa, rayap dan lain sebagainya. "Iya produk impor China, untuk bongkar muat pengiriman ke wilayah Jabodetabek," ucapnya.
Dampak pencemaran lingkungan, lanjut Lucky, usai penyemprotan air ketika terjadi kebakaran. Zat pestisida mengalir terbawa arus air hingga menyebabkan ikan di Sungai Cusadane dan sekitarnya mati.
Lucky belum dapat memastikan rencana menyebar penetralisir air yang tercemar pestisida. Sebab, pihaknya masih menunggu arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait perlu atau tidaknya menyebar penetralisir.
"Bentuknya serbuk padat, Absorben. Tapi dicek di beberapa lokasi kan udah enggak ada (pencemaran, Red), karena aliran air, sebenarnya juga enggak banyak," kata dia.
Diketahui, gudang penyimpanan pestisida kebakaran pada Senin Februari 2026 kemarin sekitar pukul 04.25 WIB. Dampak kebakaran pun meluas.
Pestisida yang disemprot air mengalir ke daerah aliran sungai. Akibatnya air Kali Jaletreng, Serpong berubah warna menjadi putih. Banyak ikan mati diambil warga sekitar.
Pencemaran sampai ke hilir di Sungai Cisadane. Ribuan ekor beragam jenis ikan mabuk. Warga di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang pun mendadak panen ikan.
Sementara pihak PDAM Tirta Benteng sempat menghentikan kegiatan produksi air bersih karena tercemar. "Ya intinya semua sudah terkendali dan tadi PDAM sudah ada statement normal juga makanya untuk treatment-nya LH masih mempertimbangkan masih perlu atau tidak," ujar Lucky.
Sementara, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menyelidiki dugaan unsur pidana pada kebakaran gudang kimia di kawasan Taman Tekno, Setu, BSD. Pasalnya ini berdampak pada pencemaran lingkungan, khususnya Sungai Cisadane.
Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan, mengatakan pihaknya telah menerbitkan laporan polisi (LP) model A. Ini menjadi dasar penyelidikan lebih lanjut apakah ada dugaan tindak pidana terkait insiden tersebut.
Menurut Wira, penyelidikan tidak hanya fokus pada penyebab munculnya api, tetapi juga menelusuri dampak kebakaran terhadap lingkungan. Polisi menerima informasi adanya cairan pestisida yang mengalir keluar dari lokasi gudang dan masuk ke aliran sungai.
"Kami mendapat informasi bahwa beberapa cairan pestisida mengalir dan memang benar," ujarnya, Selasa 10 Februari 2026. Cairan tersebut, menurut dia, mengalir hingga ke Sungai Cisadane.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....