Tradisi 'Perang Ketupat' Digelar Masyarakat Tempilang Bangka Barat
- 08 Feb 2026 21:46 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Tempilang - Masyarakat Tempilang Kabupaten Bangka Barat menggelar Festival Perang Ketupat. Festival itu dilaksanakan di Pantai Pasir Kuning, Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu 8 Februari 2026.
Festival Perang Ketupat dilaksanakan setiap tahun pada bulan Ruah atau Syaban, menjelang Ramadan. Tradisi adat tahunan masyarakat pesisir itu telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda.
Gubernur Kepulauan Bangja Belitung diwakili Kepala Disparbudkepora Widya Kemala Sari menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel mendukung penuh sekaligus berkomitmen terhadap pelestarian budaya Festival Perang Ketupat Tempilang sebagai agenda budaya tahunan masyarakat Tempilang. Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan anggaran meskipun dilakukan penyesuaian akibat efisiensi.
“Pemprov Babel telah memberikan dukungan anggaran sebesar 20 juta rupiah untuk kegiatan ini, dari rencana awal 50 juta rupiah, karena adanya efisiensi anggaran,” kata Widya.
Diharapkannya, tradisi Perang Ketupat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar tetap lestari, serta menjadi daya tarik wisata budaya daerah.
"Pantauan Publikasi Diskominfo Babel di lapangan, terlihat antusias ribuan pasang mata menyaksikan pelaksanaan Festival Perang Ketupat Tempilang 2026 mulai awal hingga akhir kegiatan," kata Lulus, kru Diskominfo Babel.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan tari tradisional dan doa bersama, kemudian puncaknya adalah prosesi perang ketupat sebagai simbol tolak bala dan ungkapan rasa syukur masyarakat Desa Tempilang.
Tradisi ditutup dengan ritual Nganyot Perae atau menghanyutkan perahu ke laut sebagai simbol pelepasan segala marabahaya serta harapan keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat pesisir. (Rilis: Lulus/Royan-Diskominfo Babel).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....