Pemantauan Awal Ramadan di Riau Digelar di Dumai

  • 06 Feb 2026 17:31 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru — Lokasi pemantauan awal Ramadan 1447 Hijriah di Provinsi Riau akan dilaksanakan di Rooftop Hotel Sonaview, Kota Dumai. Kegiatan rukyatul hilal ini akan digelar secara serentak secara nasional pada Selasa, 17 Februari 2026. Titik lokasi di Kota Dumai tersebut merupakan salah satu dari 96 lokasi pemantauan hilal yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di seluruh Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Kepala Bidang Urusan Agama Islam, Muhammad Fakhri, mengatakan bahwa pemilihan Rooftop Hotel Sonaview sebagai lokasi pemantauan didasarkan pada sejumlah pertimbangan teknis.

“Lokasi ini mudah dijangkau dan berada pada ketinggian yang dipersyaratkan. Selain itu, arah pandangan ke posisi matahari terbenam relatif lebih terbuka dibandingkan lokasi lainnya,” ujar Fakhri, yang akrab disapa Ustadz Fakhri, Jumat, 6 Februari 2026.

Lebih lanjut, Ustadz Fakhri menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak (konjungsi) menjelang Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19.01 WIB. Sementara itu, posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berada di bawah ufuk, dengan ketinggian berkisar antara -2° 24 menit 42 detik hingga -0° 58 menit 47 detik, serta sudut elongasi antara 0° 56 menit 23 detik hingga 1° 53 menit 36 detik.

“Data ini sesuai dengan kriteria visibilitas yang digunakan, seperti kriteria MABIMS, sehingga secara teoritis hilal belum memenuhi syarat untuk dapat terlihat,” jelasnya.

Hasil pemantauan hilal dari seluruh Indonesia, termasuk dari Provinsi Riau, selanjutnya akan dibahas dalam Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 H. Keputusan akhir penetapan 1 Ramadan 1447 H akan diumumkan secara resmi usai sidang selesai melalui konferensi pers.

“Hasil hisab dan rukyat akan dibahas bersama secara terpusat di Kementerian Agama RI. Keputusan akhir disampaikan kepada masyarakat agar menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia,” pungkas Ustadz Fakhri.

Sidang isbat akan digelar pada hari yang sama di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta. Sidang ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya Duta Besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, perwakilan Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BMKG, BIG, BRIN, Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, para pakar falak, pimpinan ormas Islam, perwakilan pondok pesantren, serta Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama RI.

Digelar 17 Februari di 96 Lokasi

Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) awal Ramadan 1447 H pada 17 Februari 2026 pada 96 lokasi di Indonesia. Hasil pemantauan ini akan dibahas bersama dalam sidang isbat awal Ramadan 1447 H.

Sidang isbat akan digelar pada hari yang sama di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta. Acara ini dihadiri berbagai pihak, antara lain Duta Besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, perwakilan Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, pakar falak dari berbagai ormas Islam, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, pondok pesantren, dan Tim Hisab Rukyat Kemenag.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengungkapkan, sidang isbat merupakan forum penting yang mengedepankan kehati-hatian, keilmuan, dan kebersamaan umat. 

“Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak (konjungsi) menjelang Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19.01 WIB. Posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berada di bawah ufuk, dengan ketinggian berkisar -2° 24 menit 42 detik hingga -0° 58 menit 47 detik, serta sudut elongasi 0° 56 menit 23 detik hingga 1° 53 menit 36 detik. Data ini sesuai dengan kriteria visibilitas yang digunakan (seperti MABIMS), sehingga hilal belum memenuhi syarat terlihat secara teoritis.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....