Panji JKSN Berkibar, Pesantren Kuatkan Arah Kebangsaan

  • 06 Feb 2026 16:39 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID,Bone - Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Dr. Muhammad Asriady, S.Hd., M.Th.I., CPSM., menegaskan bahwa kehadiran Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) di Sulawesi Selatan harus dibaca sebagai penguatan peran pesantren dlam menjaga arah keilmuan, moral, dan kebangsaan di tengah kompleksitas tantangan sosial dan pembangunan nasional.

Pelantikan Pengurus Wilayah JKSN Sulawesi Selatan dipimpin langsung oleh Pendiri JKSN, KH. Asep Saifuddin Chalim, yang sekaligus menandai pengukuhan struktur kepengurusan wilayah dengan kepemimpinan Prof. Dr. KH. Afifuddin Harisah, LC., M.Ag., serta keterlibatan tokoh-tokoh pesantren dari berbagai latar belakang keilmuan.

Dr. Muhammad Asriady saat dikonfirmasi by phone oleh rri.co.id pada Jumat,6 Februari 2026, yang turut dikukuhkan sebagai pengurus Bidang Pendidikan dan Pelatihan mengatakan, Ia menilai JKSN memiliki tanggung jawab strategis sebagai ruang konsolidasi ulama dan santri agar nilai-nilai pesantren tetap relevan dan berdaya jawab terhadap persoalan umat dan bangsa. “Pesantren harus hadir memberi arah, bukan sekadar mengikuti dinamika,” ujarnya.

KH. Asep Saifuddin Chalim dalam orasi ilmiahnya menekankan pentingnya konsep mudarah sebagai etika komunikasi sosial kiai dan santri. Nilai ini disebut sebagai bagian integral dari iman yang menuntut kejujuran, kelembutan, serta tanggung jawab moral dalam setiap peran sosial.

Ia juga mengingatkan bahwa kelahiran Nahdlatul Ulama berakar pada semangat Nahdlatul Wathon atau kebangkitan bangsa. Menurutnya, pesantren memikul amanah sejarah untuk menjaga paham Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus memastikan bangsa ini berjalan di atas nilai keadilan dan kemaslahatan.

KH. Asep menguraikan empat pilar utama penopang kejayaan Indonesia, yakni keilmuan ulama sebagai cahaya masyarakat, kepemimpinan umara yang adil dan bersih, kepedulian kalangan mampu terhadap sesama, serta doa kaum dhuafa sebagai kekuatan spiritual yang kerap luput dari perhatian.

Lebih jauh, peran pesantren ditegaskan sebagai pusat pencetak pemimpin masa depan. Guru pesantren dituntut bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi teladan moral, penanam nilai, dan figur pengasuh yang memanusiakan santri dalam seluruh proses pendidikan.

Kepada para santri, KH. Asep menekankan disiplin spiritual dan intelektual sebagai fondasi keberhasilan, mulai dari kesungguhan belajar, penjagaan adab, hingga konsistensi ibadah yang membentuk karakter dan daya tahan moral di ruang publik.

Menutup rangkaian kegiatan, Dr. Muhammad Asriady menegaskan bahwa pelantikan PW JKSN Sulsel harus menjadi momentum kerja nyata, terutama dalam penguatan pendidikan dan kaderisasi pesantren. “Komitmen keilmuan dan kebangsaan harus diterjemahkan menjadi gerakan yang terukur dan berkelanjutan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....