Terdampak Gempa Pacitan, Sejumlah Bangunan di Jatiyoso Rusak

  • 06 Feb 2026 16:03 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Gempa bumi tektonik berkekuatan 6,4 SR yang berpusat di Tenggara Pacitan, Jawa Timur, berdampak pada kerusakan sejumlah bangunan di wilayah Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jumat (6/2/2026) dini hari. Getaran yang dirasakan sekitar pukul 01.00 WIB tersebut memicu kerusakan pada rumah warga dan satu bangunan sekolah dasar.

Kalakhar BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan setidaknya tiga kepala keluarga (KK) terdampak langsung oleh guncangan gempa tersebut. Kerusakan rumah warga dilaporkan terjadi di Desa Jatisawit dan Desa Wonokeling dengan kondisi mayoritas mengalami atap genteng melorot hingga berjatuhan.

“Tadi malam pukul 01 lebih 5 menit telah terjadi gempa bumi. Malam kami cek jejaring dengan teman-teman relawan tidak ada kerusakan, tapi paginya ada beberapa warga yang melaporkan ke BPBD,” ujar Hendro Prayitno, Jumat 6 Februari 2026.

Selain rumah tinggal, lanjut Kalakhar guncangan gempa juga merusak fasilitas pendidikan di SD Negeri 3 Beruk, Kecamatan Jatiyoso. Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, kerusakan pada sekolah tersebut tergolong lebih serius dibandingkan rumah warga karena menyangkut struktur bangunan.

Kerusakan di sekolah tersebut meliputi plafon yang runtuh di empat ruang kelas, dinding retak di tiga kelas, serta kerusakan pada pilar dan kuda-kuda atap bangunan. Tim BPBD mencatat bangunan dengan struktur lama menjadi yang paling terdampak oleh guncangan selama 5 hingga 10 detik tersebut.

“Untuk SD memang plafon jatuh, kemudian beberapa tembok retak, kemudian ada beberapa pilar itu juga putus. Tapi alhamdulillah semuanya mandali, tidak ada korban jiwa,” ujar Hendro.

BPBD Karanganyar telah menerjunkan tim untuk melakukan pendataan detail serta memberikan bantuan logistik darurat kepada warga yang terdampak. Petugas di lapangan juga memberikan arahan keselamatan guna mengantisipasi adanya gempa susulan yang berpotensi membahayakan bangunan yang sudah retak.

Hingga saat ini, nilai total kerugian materiil masih dalam proses penghitungan tim ahli. BPBD Karanganyar bersama Forkopimcam dan relawan setempat terus bersiaga di lokasi kejadian untuk memastikan kondisi tetap kondusif pasca gempa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....